Veda Ega dan Mario Aji Tak Percaya Kutukan Marquez di Mandalika
Veda Ega Pratama dan Mario Aji tak percaya dengan kutukan Marc Marquez atau biasa disapa 'Marquez Curse' di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok.
Kutukan Marquez menjadi perbincangan karena pemilik gelar delapan kali juara tersebut tidak pernah finis dalam MotoGP Indonesia pada empat musim beruntun.
Pembalap asal Spanyol tersebut yang telah berstatus sebagai juara dunia MotoGP 2025, itu kandas setelah masuk ke gravel pada lap awal MotoGP Indonesia 2025.
"Kalau kami berdua [Veda Ega dan Mario Aji] tidak percaya. Ya [kutukannya], buat Marquez kan bukan buat kami," ujar Veda Ega di Jakarta, Selasa (24/7) dilansir dari Antara.
"Terus orang yang beranggapan di luar itu lebih menjerumuskan ... Jadi itu tidak mempengaruhi kami berdua," imbuh pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini.
Menurut Veda Ega, sirkuit dengan panjang 4,31 kilometer tersebut memang menyuguhkan tantangan tersendiri, karena memiliki kondisi angin yang cukup kencang, sebab terletak di pinggir pantai.
Menurut Veda, angin yang cukup kencang kurang bersahabat dengan Marquez. Musim ini, dalam persaingan MotoGP 2026, layak dinanti bagaimana kiprah pembalap asal Spanyol tersebut.
"Mungkin karena suhu atau angin [sehingga tidak bisa menyelesaikan balapan]. Angin yang arahnya tidak bisa diprediksi karena kami ada di pinggir laut," ujar Veda menduga-duga.
Dua pembalap Indonesia yakni Mario Aji dan Veda Ega Pratama dipastikan akan tampil di gelaran GP Indonesia yang dijadwalkan pada 9 hingga 11 Oktober.
(abs/jun)