Suporter Argentina Dilarang Bawa Atribut Malvinas lawan Inggris
Suporter Argentina dilarang membawa atribut politik terkait Kepulauan Falklands (Malvinas) saat tim nasional (timnas) La Albiceleste menghadapi Inggris di laga semifinal Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya tensi politik yang mengiringi duel klasik kedua negara. Konflik Kepulauan Falklands yang terjadi pada tahun 1982 lalu kembali menjadi sorotan menjelang pertandingan hingga memunculkan kekhawatiran potensi gesekan antarsuporter.
Ketegangan mulai meningkat setelah sejumlah pemain Argentina menyanyikan lagu yang menyinggung konflik Falklands saat merayakan kemenangan atas Mesir di babak sebelumnya.
Ditambah lagi, Wakil Presiden Argentina Victoria Villaruel juga ikut memprovokasi lewat unggahan media sosial yang menyebut Inggris sebagai 'penjajah'.
"Besok kami akan menghadapi para penjajah. Ini bukan sekadar pertandingan biasa. Melawan Inggris selalu memiliki arti lebih. Ini tentang Malvinas, tentang Diego, tentang kesempatan terakhir Leo (Lionel Messi). Ayo Argentina! Sampai napas terakhir kami akan memperjuangkan apa yang menjadi milik kami," tulis Villaruel.
Perang Falklands pada 1982 berlangsung selama 74 hari dan menewaskan 907 orang. Perang berawal saat aksi militer Argentina masuk ke Kepulauan Falkland, Georgia Selatan, dan Kepulauan Sandwich Selatan di Samudra Atlantik Selatan untuk mengklaim kedaulatan historis mereka.
Menteri Keamanan Argentina, Alejandra Monteoliva, sudah memastikan seluruh atribut bermuatan politik akan dilarang masuk ke stadion.
"Tidak seorang pun diizinkan masuk dengan membawa bendera atau pesan politik terkait Falklands," kata Monteoliva mengutip Express.
Ia menambahkan larangan tersebut berlaku untuk berbagai bentuk atribut, mulai dari bendera, kaus, kain, hingga benda lain yang mengandung pesan politik maupun provokasi rasial.
FIFA memiliki aturan ketat yang melarang segala bentuk pesan politik dalam pertandingan resmi.
Sebelumnya, federasi sepak bola dunia itu juga sempat melarang bendera Inggris bergambar logo Barrow karena dianggap bermuatan politik, serta bendera Lion and Sun milik Iran era sebelum revolusi, meski sejumlah suporter tetap membawanya ke stadion.
Sementara itu, Kepolisian Atlanta mengklasifikasikan laga Inggris kontra Argentina sebagai pertandingan berisiko tinggi sehingga pengamanan diperketat di seluruh area.
Dalam pernyataan resminya, Kepolisian Atlanta menyebut personel tambahan telah ditempatkan di sekitar stadion, kawasan hiburan, dan titik-titik keramaian untuk menjamin keamanan seluruh penonton.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah tindak kriminal sekaligus memastikan masyarakat dan wisatawan dapat menikmati pertandingan dengan aman.
Ketegangan juga sempat terlihat di Argentina setelah beredar video sekelompok suporter membakar bendera Union Jack usai timnas yang dipimpin Lionel Messi itu mengalahkan Swiss di perempat final.
Terlepas dari nuansa politik yang menyelimuti pertandingan, duel Argentina melawan Inggris juga memiliki sejarah panjang di Piala Dunia.
Pertemuan kali ini menjadi yang pertama di ajang Piala Dunia sejak fase grup edisi 2002. Saat itu Inggris menang tipis 1-0 berkat gol penalti David Beckham.
Dua pertemuan sebelumnya juga sarat kontroversi. Pada Piala Dunia 1998, Beckham mendapat kartu merah dalam laga yang akhirnya dimenangkan Argentina melalui adu penalti.
Sementara pada Piala Dunia 1986, Diego Maradona mencetak gol legendaris 'Hand of God' yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah sepak bola.
Meski atmosfer pertandingan memanas, pelatih Argentina Lionel Scaloni meminta seluruh pihak tetap memandang laga tersebut sebagai pertandingan sepak bola semata.
"Pesan saya kepada rakyat Argentina adalah ini hanyalah pertandingan sepak bola. Kami akan menghadapi tim hebat dengan pelatih hebat, tetapi ini tetap hanya pertandingan sepak bola, tidak lebih dari itu," ujar Scaloni.
Inggris memburu tiket ke final Piala Dunia pertama mereka sejak menjadi juara pada 1966. Sementara Argentina berusaha mempertahankan gelar yang mereka raih empat tahun sebelumnya saat piala dunia digelar di Qatar.
Di partai final nanti, pemenang laga Argentina kontra Inggris akan menghadapi Spanyol yang lebih dulu memastikan tempat usai mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 berkat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.