Argentina Gagal Patahkan Kutukan Juara Bertahan di Piala Dunia

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 06:05 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Argentina's Lionel Messi reacts with Spain's Marc Cucurella after Enzo Fernandez is shown a red card RE
Argentina tidak mampu mematahkan kutukan juara bertahan Piala Dunia. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Argentina gagal mematahkan kutukan juara bertahan di Piala Dunia seiring kekalahan mereka dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin (20/7) pagi WIB.

Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dan harus puas jadi runner up di Piala Dunia 2026. Gol Ferran Torres di babak extra time membuat Argentina harus mengubur mimpi mereka untuk kembali juara.

Dengan kekalahan ini, Argentina tak mampu mematahkan kutukan juara bertahan. Dalam sejarah Piala Dunia, tidak ada tim yang mampu mempertahankan gelar juara sejak Brasil terakhir kali melakukannya pada 1958 dan 1962. Negara lain yang juga pernah melakukannya adalah Italia di 1934 dan 1938.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, sejak trofi Piala Dunia berubah jadi trofi saat ini, bukan lagi trofi Jules Rimet, tidak ada lagi negara yang mampu merebut gelar juara Piala Dunia dalam dua edisi beruntun.

Argentina di tahun 1990, Brasil di tahun 1998, dan Prancis di tahun 2022 adalah negara-negara yang sudah selangkah lagi mematahkan kutukan tersebut namun tak mampu melakukannya. Argentina di tahun 2026 kini menambah panjang daftar tersebut.

Dalam laga final Piala Dunia 2026, Argentina benar-benar tak berdaya. Mereka bahkan tak mampu melepaskan tembakan tepat sasaran selama 120 menit pertandingan berlangsung.

Spanyol punya banyak peluang namun baru berhasil mencetak gol di menit ke-106. Ferran Torres jadi pencetak gol kemenangan La Furia Roja di laga tersebut.

Bagi Spanyol, ini adalah gelar kedua mereka setelah menang di edisi 2010.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry) Add as a preferred
source on Google