Spanyol Lagi-lagi jadi Korban Final Brutal di Piala Dunia
Kebrutalan seakan menghantui timnas Spanyol saat memburu juara. La Furia Roja lagi-lagi jadi korban sikap kasar lawan saat berlaga di final Piala Dunia 2026.
Spanyol menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Lamine Yamal dan kawan-kawan menang 1-0 berkat gol tunggal Ferran Torres pada masa perpanjangan waktu.
Namun pertandingan itu dinodai dengan tindak-tanduk pemain Argentina. Wasit sempat mengusir Enzo Fernandez usai mendapat kartu kuning kedua di menit ke-93 akibat pelanggaran keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya itu, saat pertandingan usai pun pemain Argentina masih belum selesai dengan emosinya. Gelandang Leandro Paredes jadi sorotan karena kedapatan mendorong dan mencekik penggawa Spanyol, Eric Garcia.
Saat Paredes dan Garcia dipisahkan oleh pemain lain, Gavi jadi korban berikutnya. Paredes seketika membanting Gavi hingga terpelanting ke tanah.
Jika ditarik momen ke belakang, ini bukan pertama kali Spanyol jadi korban. Saat menghadapi Belanda di partai final Piala Dunia 2010, wasit mengeluarkan total 14 kartu kuning. Sembilan di antaranya untuk Belanda.
Salah satu pemain Belanda, John Heitinga bahkan terpaksa keluar akibat kartu merah. Salah satu kartu kuning juga diberi kepada Nigel de Jong karena dengan jelas menendang dada Xabi Alonso dengan pul sepatu.
Meski kembali jadi korban kekasaran pemain lawan, Spanyol mampu unggul hingga menit akhir. Gelar juara lagi-lagi mereka dapatkan di pentas dunia.
Spanyol kini sudah dua kali juara Piala Dunia. Mereka setara dengan Prancis dan Uruguay dengan jumlah trofi serupa.
(ikw/jal) Add
as a preferred source on Google
