Perbaiki Kaos Kaki saat Gol Torres, Simeone Dihujat Publik Argentina

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 12:08 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Spain's Ferran Torres scores their first goal IMAGN IMAGES via Reuters/James Lang
Giuliano Simeone (paling kanan) dinilai menjadi biang keladi gol Spanyol ke gawang Argentina karena tidak mengawal pergerakan Ferran Torres. (IMAGN IMAGES via Reuters/JAMES LANG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemain Timnas Argentina, Giuliano Simeone, jadi target hujatan karena dianggap biang keladi gol Feran Torres di final Piala Dunia 2026.

Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Satu-satunya gol dicetak oleh Ferran Torres dalam babak tambahan di menit ke-106.

Proses gol tersebut masih jadi pembahasan hangat di media sosial. Komentar mengarah ke Giuliano Simeone karena tak menempel ketat Ferran Torres untuk mencegah gol terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam tayangan ulang proses gol, anak dari pelatih Atletico Madrid Diego Simeone itu justru terlihat membetulkan kaos kaki sebelum Ferran Torres menyambar bola dari sundulan Nico Williams di kotak penalti.

Simeone seakan tak mengira bola masih berada di dalam garis lapangan sebelumnya ada pergumulan antara Nico Williams dan Nahuel Molina di tepi lapangan.

Namun kenyataannya bola tak keluar garis dan disambar oleh Ferran Torres lalu berbuah gol. Setelah bola bersarang di gawang Argentina, Simeone pun masih nampak mengutak-atik kaos kakinya.

Banner Gempita Bola 2026

Performa Simeone jadi sorotan tak hanya di partai final saja. Sebab meski digadang-gadang jadi pemain menjanjikan, sayap kanan 23 tahun itu justru lebih banyak jadi cadangan.

Simeone hanya main tiga kali dari total delapan pertandingan Albiceleste di Piala Dunia 2026. Ada dua pertandingan Simeone main sebagai starter pada laga kontra Yordania di babak penyisihan dan Inggris di semifinal.

Sedangkan pada laga final, pemain Atletico Madrid itu masuk di menit ke-70 menggantikan Rodrigo de Paul. Namun bukan jadi pembeda, Simeone justru dianggap mengecewakan.

"Peran kecilnya dalam bertahan ikut menyebabkan gol Spanyol dan membuat gelombang kritik mengarah ke arahnya," tulis media Spanyol, Sport.

"Detil kecil seperti ini memancing amarah Albiceleste yang tak mengerti alasan pemain itu bersikap demikian ketika Spanyol sedang dalam posisi ofensif," lanjut laporan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva) Add as a preferred
source on Google