Perpani Bidik Medali dan Tiket Olimpiade di Asian Games 2026
Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) mematok target tinggi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membidik peningkatan perolehan medali sekaligus berburu tiket kualifikasi menuju Olimpiade.
Target tersebut dicanangkan sebagai upaya melampaui capaian dua medali perunggu yang diraih dari nomor recurve beregu campuran dan recurve beregu putra pada Asian Games 2022 di Hangzhou.
Selain memburu podium tertinggi di Asia, skuad Merah Putih bertekad memanfaatkan status kejuaraan ini sebagai pintu masuk kualifikasi utama untuk menembus Olimpiade 2028 Los Angeles.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemanah andalan Indonesia, Riau Ega Agatha menilai ajang Aichi-Nagoya menjadi momentum emas untuk mendongkrak prestasi di tingkat internasional. Dirinya optimistis mampu memanfaatkan regulasi kuota kelolosan yang memprioritaskan para juara di nomor beregu maupun individu.
"Ya dari pribadi saya sendiri ya mudah-mudahan di Aichi-Nagoya nanti bisa ada peningkatan terhadap prestasi, khususnya di tim Recurve dan di Compound," ujar Riau Ega di lapangan panahan GBK, Selasa (21/7).
"Dan mudah-mudahan di Asian Games nanti kami bisa mengambil kesempatan karena di sana nanti ada Olympic Qualifier. Jadi mudah-mudahan kami bisa ambil medali dan juga tiket Olimpiknya," tambah Ega.
Perjuangan mengamankan kuota Olimpiade 2028 terbilang makin ketat mengingat perubahan regulasi World Archery yang memangkas slot beregu recurve menjadi delapan tim serta menaikkan batas Minimum Qualification Score (MQS).
Apabila juara nomor beregu dan individu berstatus atlet yang sama, jatah tiket kualifikasi bakal dialokasikan ke peringkat di bawahnya hingga batas enam atau tujuh besar.
"Tiket Olimpian kemarin sih di THB-nya (Technical Handbook) itu harus juara satu. Cuman kan nanti itu ada di beregu sama individu," ungkap Riau Ega.
"Jadi kalau seumpamanya ada satu atlet yang dapat dua tiket di dua nomor itu, nanti bisa turun ke atlet bawahnya. Jadi ya mudah-mudahan apa namanya kami bisa ambil kesempatan itu," sambungnya.
Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu memberikan jaminan dukungan penuh terhadap perencanaan yang disiapkan PB Perpani demi merealisasikan target besar tersebut.
"Nanti setelah ini kami juga akan berbincang secara serius, kira-kira apa-apa lagi kebutuhan-kebutuhan khususnya kebutuhan-kebutuhan non-teknis yang berkaitan dengan keberangkatan," tegas Todotua.
Demi memaksimalkan persiapan dan proses adaptasi cuaca maupun angin di lapangan pertandingan, PB Perpani mengajukan permohonan agar jadwal keberangkatan tim dapat dimajukan ke tanggal 22 September. Langkah ini diambil agar para atlet memiliki cukup waktu berlatih sejak arena resmi dibuka panitia lokal (AINAGOC).
Selain penyesuaian jadwal terbang, Perpani turut mendesak agar atlet panahan tidak ditempatkan pada fasilitas akomodasi berupa kapal pesiar (cruise). Pengalaman buruk terombang-ambing gelombang laut dikhawatirkan dapat mengganggu stamina serta fokus bertanding para pemanah.
(afr/afr/rhr) Add
as a preferred source on Google