Persib Resmi Terbebas dari Sanksi FIFA

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 20:16 WIB
Persib Bandung terbebas dari sanksi FIFA. (AFP/OZAN KOSE)
Bandung, CNN Indonesia --

Persib Bandung resmi terbebas dari sanksi larangan transfer pemain dari FIFA per Kamis (23/7).

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan menjelaskan, FIFA telah mencabut sanksi yang sebelumnya dijatuhkan pada akhir Mei 2026.

"Alhamdulillah, kami dapat memastikan bahwa FIFA Registration Ban terhadap Persib telah resmi dicabut setelah seluruh kewajiban yang menjadi dasar sanksi tersebut kami penuhi. Sejak awal, kami berkomitmen menyelesaikan seluruh proses melalui mekanisme yang berlaku sebagai bentuk tanggung jawab dan profesionalisme klub," ujar Adhitia pada Kamis (23/7).

Sebagai salah satu klub sepak bola profesional di Indonesia, lanjutnya, Persib memiliki komitmen untuk selalu mematuhi setiap aturan dan regulasi domestik maupun internasional.

"Karena itu, apabila Persib menghadapi sanksi atau konsekuensi administratif dalam bentuk apapun, tentu manajemen tidak akan tinggal diam."

"Menjadi prioritas kami untuk segera menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai mekanisme yang berlaku agar aktivitas klub dapat kembali berjalan secara optimal," katanya.

Adhitia memastikan Persib dapat kembali menjalankan seluruh proses registrasi pemain sesuai ketentuan FIFA dan PSSI sebagai persiapan menghadapi musim 2026/2027.

"Pencabutan FIFA Registration Ban menjadi momentum positif bagi Persib untuk kembali memusatkan perhatian sepenuhnya pada persiapan tim menghadapi musim kompetisi yang akan datang. Seluruh aspek, baik teknis maupun administratif, terus kami pastikan berjalan dengan baik agar tim dapat melakukan persiapan secara optimal," tegasnya.

Sejauh ini, Persib sudah membuat kesepakatan dengan tujuh pemain baru, termasuk Mariano Peralta yang musim lalu tampil cemerlang bersama Borneo FC.

Sementara enam pemain lainnya adalah Gabriel Mutombo (Prancis), Luka Menalo (Bosnia-Herzegovina), Gakuto Notsuda (Jepang), Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen (Indonesia), dan Balsa Sekulic (Montenegro).

[Gambas:Video CNN]

(csr/csr/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK