De La Fuente: Keributan usai Final Piala Dunia Tak Bisa Diterima

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 09:01 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Argentina's Leandro Paredes clashes with Spain's Gavi next to assistant coach Walter Samuel IMAGN IMAGE
Keributan terjadi usai laga final Piala Dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/JAMES LANG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente menyebut keributan yang terjadi usai laga Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 tak bisa diterima.

Keributan terjadi usai final Piala Dunia 2026 antara pemain-pemain Spanyol dan Argentina. De La Fuente tak melihat keributan itu karena ia mengaku ada di sisi lain.

"Pada momen itu terjadi, saya tidak menyadari hal yang sebenarnya sedang terjadi."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sedang merayakan kemenangan. Itu benar-benar berlangsung sangat cepat. Saya tidak melihatnya karena saya sedang berpelukan dan merayakan kemenangan di area lain," ucap De La Fuente pada TVE, dikutip dari La Nacion.

De La Fuente kemudian menekankan bahwa keributan seperti itu diak bisa diterima.

Dalam hal apapun, itu jelas tidak bisa ditoleransi, tidak bisa diterima, dan tentu saja tidak diperbolehkan," kata de la Fuente.

Keributan bermula ketika Rodri yang tengah berlari merayakan kemenangan dipukul oleh Nahuel Molina. Setelah itu Rodri menghampiri Molina dan situasi makin memanas.

Leandro Paredes mencekik Eric Garcia dan kemudian Gavi juga terlibat keributan. Ofisial Argentina juga sempat ikut terlibat dalam perkelahian. Situasi terus memanas sampai akhirnya bisa diredam.

Spanyol berhasil jadi juara Piala Dunia 2026 usai menang 1-0 atas Argentina. Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres di menit ke-106.

[Gambas:Video CNN]

(ptr) Add as a preferred
source on Google