STY Dihukum 10 Tahun oleh Korea, Bagaimana Nasibnya di Persija?
Shin Tae Yong yang baru mendapat kepercayaan melatih Persija Jakarta tiba-tiba mendapat hukuman berat dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
STY yang kesohor lantaran pernah melatih dan mendongkrak performa Timnas Indonesia pada 2019 hingga 2025 kembali mendapat sorotan.
Pada Jumat (24/7) KFA mengeluarkan pernyataan menghukum STY dengan larangan melatih selama 10 tahun, larangan terlibat di kompetisi dalam jabatan apa pun, serta pengusiran permanen dari klub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukuman itu merupakan dampak dari aksi dugaan kekerasan yang dilakukan STY saat melatih Ulsan Hyundai yang dilaporkan sejumlah pemain.
Deretan hukuman berat tersebut dipastikan hanya berlaku di Korea Selatan. Dengan demikian STY masih bisa berkarier di negara lain, termasuk di Indonesia.
Pihak Persija juga sudah memberikan pernyataan terkait sanksi dari KFA.
"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini," tulis Persija dalam rilis resmi, Jumat (24/7) malam.
Manajemen Persija menyatakan belum akan mengambil sikap. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini lebih memilih menjalin komunikasi, mempelajari, dan memantau situasi.
"Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi."
"Segala informasi terkait perkembangan situasi ini akan disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi resmi Persija," tulis Persija.
Persija resmi menunjuk Shin sebagai pelatih pada awal Juni 2026. Mantan pelatih timnas Korea Selatan itu mendapat kontrak tiga tahun.
Saat ini Shin tengah mempersiapkan Persija menuju musim 2026/2027.
(nva/nva) Add
as a preferred source on Google