ANALISIS

Indonesia vs Kamboja: Menguji Langkah Garuda Bersama John Herdman

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 06:15 WIB
Timnas Indonesia jadi salah satu yang diunggulkan juara Piala AFF 2026. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Langkah awal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 kembali diselimuti ekspektasi lama yang hingga saat ini belum tercapai. Indonesia masih nol gelar dari 15 edisi kejuaraan.

Menatap seri ke-16 AFF, laga perdana melawan Kamboja pada Senin (27/7) di Stadion Pakansari, Bogor, akan jadi ujian konsistensi pertama Garuda menuju obsesi raih gelar juara.

Piala AFF yang pertama kali digelar pada 1996 silam bak benteng tinggi yang belum pernah ditaklukkan Indonesia. Predikat 'spesialis runner-up' sebanyak enam kali ( 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020) menjelma catatan kelam yang menghantui sejarah sepak bola nasional.

Namun, lanskap edisi 2026 diyakini sedang dalam nuansa berbeda. Kehadiran John Herdman di kursi kepelatihan membawa harapan baru lewat rekam jejak mentereng.

Pertanyaan mendasarnya: mampukah faktor pelatih anyar ini mengubah narasi klasik "perkasa di awal namun tumbang di ujung"?

Di sinilah definisi konsistensi diuji. Bagi Indonesia, konsistensi tak cuma soal memenangi laga pembuka, tetapi bagaimana memeragakan dominasi meyakinkan lewat penguasaan bola, efektivitas gol, dan disiplin pertahanan di seluruh pertandingan.

Debut kompetitif Herdman di panggung Asia Tenggara dipertaruhkan. Pria yang sukses meloloskan timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 ini memikul beban bawa Indonesia merengkuh trofi AFF perdana.

Herdman memboyong 26 pemain terbaik yang memadukan pilar senior dan wajah segar. Ada nama-nama langganan layaknya Rizky Ridho, Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, dan Jordi Amat. Lantas muncul pula harapan baru Garuda lewat Rayhan Hannan, Beckham Putra, Dony Tri Pamungkas, hingga Jens Raven.

Modal persiapan Garuda pun terbilang matang lewat pemusatan latihan selama tiga minggu di Bali. Hasil uji coba berupa kemenangan 3-0 atas Bali United menjadi ajang pematangan fondasi organisasi permainan bentukan Herdman.

Ini membuat segenap pemain optimistis. Salah satunya Nadeo Argawinata yang tegas menyatakan keyakinan dalam menatap misi memutus beban sejarah tiga dekade tersebut.

"Tentang 30 tahun kita mengikuti Piala AFF tapi belum pernah sekalipun juara, saya rasa dengan hadirnya Coach John sekarang dan apa yang dia bawa, kita fokus selama di Bali untuk membangun koneksi (build the connection)," ujar Nadeo dalam sesi jumpa pers, Minggu (26/7).

Tekanan ekstra datang dari persaingan Grup A. Vietnam langsung memimpin klasemen usai melumat Timor Leste 7-0 pada matchday pertama. Hasil itu secara tidak langsung menuntut Indonesia tampil sama garangnya saat meladeni Kamboja.

Secara rekam jejak di Piala AFF, Indonesia memang memegang rekor sempurna atas Kamboja. Dari enam pertemuan sejak edisi 1996, Garuda selalu keluar sebagai pemenang.

Namun, ada tren mengusik dari progres hasil tersebut. Indonesia pernah begitu perkasa dengan menggelontorkan kemenangan besar seperti 8-0 di edisi 2004 dan 4-0 di 2008.

Akan tetapi, pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2022, margin kemenangan itu makin mengkerut. Indonesia hanya mampu menang tipis 2-1 di SUGBK.

Menurunnya selisih keunggulan tentu jadi alarm bahaya. Laga pembuka di Pakansari nantinya mesti jadi pembuktian Indonesia sanggup mengembalikan dominasi masa lalu.

Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Garuda Diunggulkan, Pasukan Angkor Berpotensi Mengejutkan


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :