Infantino Koar-koar Lagi soal Keanehan Polemik Kartu Merah Balogun
Setelah euforia Piala Dunia 2026 mereda, Presiden FIFA Gianni Infantino kembali memberikan penjelasan mengenai polemik kartu merah pemain Amerika Serikat Folarin Balogun yang sempat menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang turnamen.
Kasus tersebut menjadi sorotan karena Balogun awalnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Penyerang AS Monaco itu diusir wasit setelah terlibat keributan dengan bek Bosnia, Tarek Muharemovic, pada menit ke-64.
Seharusnya Balogun menjalani hukuman larangan bermain sehingga dipastikan absen menghadapi Belgia di babak 16 besar. Namun, FIFA kemudian mengambil keputusan mengejutkan dengan menangguhkan sanksi tersebut sehingga Balogun tetap bisa tampil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu memicu perdebatan karena Piala Dunia pada dasarnya tidak memiliki mekanisme banding resmi terhadap kartu merah yang sudah dikeluarkan wasit. Kini, Infantino memberikan pembelaan terhadap keputusan tersebut.
"Memang, keputusan wasit yang 'dapat diperdebatkan' atau keputusan disiplin yang 'aneh' seperti misalnya kartu merah atau kuning yang berpotensi salah atau keputusan selanjutnya untuk tidak melarang pemain dalam situasi tertentu adalah hal yang rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia," kata Infantino dikutip dari Instagram pribadinya pada Senin (27/7).
"Anehnya, negara-negara yang menerapkan praktik-praktik ini justru yang mengkritiknya," ucap Infantino menambahkan.
Sebelumnya, saat polemik itu masih berlangsung di tengah Piala Dunia 2026, Infantino juga telah memberikan penjelasan resmi mengenai proses pengambilan keputusan tersebut. Ia bahkan mengakui sempat menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Meski begitu, Infantino menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri keputusan Komite Disiplin FIFA.
"Saya sudah melihat komentar publik tentang putusan independen Komite Disiplin FIFA soal suspensi terhadap Folarin Balogun, dan saya ingin menyatakan kembali prinsip dasar dalam aturan FIFA," kata Infantino saat itu.
"Badan yudisial FIFA bersifat independen. Mereka bekerja tunggal dan mengaplikasikan Kode Disiplin FIFA, serta mengeluarkan putusan berdasarkan peraturan dan fakta spesifik. Independensi mereka penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas sepak bola. Itu harus selalu dihormati," ucap Infantino menambahkan.
(rhr/rhr/nva) Add
as a preferred source on Google