Baker Ukir 2 Rekor Baru Indonesia di Piala AFF, Lewati Bepe

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 13:05 WIB
Mitchell Baker mengukir dua rekor baru Indonesia di Piala AFF usai mencetak hattrick ke gawang Kamboja. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mitchell Baker menyamai tiga legenda Timnas Indonesia dengan mencetak hattrick pada babak grup Piala AFF 2026.

Tiga legenda yang dimaksud adalah Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, dan Ilham Jaya Kesuma. Ketiganya sama-sama mencetak hattrick pada babak grup Piala AFF.

Bepe, sapaan akrab Bambang, mencetak hattrick dalam Piala AFF 2002. Dalam laga melawan Laos pada 17 Desember 2002, Bepe mencetak trigol dalam kemenangan 4-2.

Selanjutnya dalam Piala AFF 2004, giliran Ilham yang mencetak hattrick. Trigol tersebut dicetak Ilham dalam laga melawan Kamboja untuk kemenangan 8-0 pada 13 Desember 2004.

Empat tahun berselang, Piala AFF 2008, Budi mencetak hattrick. Pemain berjulukan Piton tersebut mencetak trigol ke gawang Kamboja pada 7 Desember untuk kemenangan 4-0.

Setelah itu tidak ada lagi pemain Indonesia yang mencetak hattrick dalam Piala AFF. Mitchell menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick lagi setelah 18 tahun atau tujuh edisi.

Mitchell mencetak hattrick pada laga pertama Indonesia dalam Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Laga ini diakhiri tim Merah Putih dengan kemenangan 5-1. 

Ini sekaligus menjadikan Mitchell sebagai pemain pertama Indonesia yang mengukir hattrck dalam laga pertama Piala AFF. Sejak Piala AFF 1996, baru Mitchell yang mengukir rekor tersebut.

Mitchell juga tercatat sebagai pencetak hattrick termuda Indonesia di Piala AFF. Saat ini Mitchell masih berusia 19. Bahkan, Mitchell jadi pencetak hattrick termuda sepanjang sejarah Piala AFF.

Pemain yang berkiprah di Amerika Serikat ini mematahkan rekor yang dipegang Bepe. Saat membukukan hattrick dalam Piala AFF 2002, usia Bepe masih 22.

Namun, Bepe bersama Zainal Arif masih memegang rekor quattrick Indonesia. Keduanya mencetak empat gol ke gawang Filipina pada 2002. Terlepas dari itu Mitchell merasa bersyukur.

"Rasanya luar biasa, tidak mungkin membayangkan skenario yang lebih baik dari ini. Dan, semua ini tidak mungkin terjadi tanpa tim, tanpa staf pelatih, dan tanpa semua orang yang terlibat," kata Mitchell. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK