Timnas Indonesia Reinkarnasi Lewat Piala AFF 2026
Transisi dari Patrick Kluivert ke John Herdman berjalan mulus. Timnas Indonesia kini reinkarnasi; hidup kembali, saat tampil di Piala AFF 2026.
Gairah yang sempat redup selepas gagal meraih tiket Piala Dunia 2026, mulai dilupakan. Turnamen bergengsi pertama Herdman bersama Garuda, Piala AFF 2026, jadi medan aktualisasinya.
Tanpa pemain-pemain bintang yang merumput di Eropa, Herdman dipaksa menampilkan idealisme strateginya di pentas Asia Tenggara. Ekspektasi pun tumbuh dengan sewajarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengawali kiprah Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, tercatat 22.485 ribu penonton hadir. Jumlahnya memang lebih sedikit dari dua laga uji coba sebelumnya, tetapi meriah.
Untuk Stadion Pakansari yang berkapasitas 30 ribu tempat duduk, ini nyaris penuh. Beda dengan saat main di Stadion Gelora Bung Karno, yang setengah dari total kapasitas pun tidak.
Bukan kebetulan pula tim Merah Putih menang 5-1. Rizky Ridho dan kawan-kawan menampilkan permainan yang enak dipandang mata. Mengalir dari belakang ke depan.
Gol-gol yang tercipta juga bukan kebetulan. Gol pertama tercipta lewat situasi bola mati, tendangan bebas Thom Haye, yang disundul Mitchell Baker. Gol yang terlatih matang.
John Herdman menyertakan 12 pemain naturalisasi dalam skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, meski tanpa pemain diaspora. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S) |
Gol kedua lebih indah. Dibangun dari belakang, dari Nadeo Argawinata, melalaui 11 kali umpan dalam tempo 33 detik, umpan tarik Eliano Reijnders diselesaikan Mitchell dengan dingin.
Begitu pula dengan gol ketiga, keempat, dan kelima, tercipta lewat skema yang matang. Bukan kebetulan. Ini menunjukkan bahwa Herdman menyiapkan skema permainan dengan solid.
Tim Merah Putih tidak lagi memperlihatkan gaya permainan negatif; dominan bertahan; yang penting menang; parkir bus; pragmatis. Timnas Indonesia menang dengan gaya menyerang.
Namun, menang besar melawan Kamboja itu biasa. Sudah sering terjadi pada era-era sebelumnya. Ujian sesungguhnya belum datang, tetapi denyut reinkarnasi telah terjadi.
Baca analisis lanjutannya di halaman berikutnya >>>
Add
as a preferred source on Google

