Tavares Sebut Semifinal Persebaya vs Arema Laga Berat dan Tidak Adil
Bernardo Tavares menilai laga Persebaya Surabaya versus Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026 akan jadi pertandingan yang berat.
Ia menyebut Arema adalah tim dengan kualitas dan pemain yang bagus di setiap posisi. Apalagi dua tim asal Jawa Timur ini punya sejarah rivalitas yang panjang di sepak bola Indonesia.
Tavares mengaku telah mengamati pertandingan Arema dalam laga Grup A Piala Presiden 2026. Menurutnya, klub berjulukan Singo Edan itu diperkuat pemain-pemain yang berkualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah melihat beberapa pertandingan Arema, tetapi saya akan menganalisis Arema lagi. Saya pikir Arema memiliki tim yang bagus dan pemain-pemain yang bagus," kata Tavares, Sabtu (1/8).
Menurut mantan pelatih PSM Makassar ini Arema punya kedalaman skuad di tiap posisi.Oleh sebab itu, menurut Tavares, Arema bisa melaju ke semifinal menyingkirkan klub Singapura dan Brunei.
"Mereka memiliki persaingan yang bagus di setiap posisi. Satu atau dua pemain yang bisa membuat posisi tersebut menjadi sangat baik," kata Tavares usai menang 2-1 atas Port FC.
"Ini bagus untuk turnamen seperti ini, karena mungkin satu pemain bermain selama satu jam dan pemain lainnya bermain selama 30 menit, atau masing-masing bermain 45 menit."
Tavares juga memuji Arema yang mempertahankan sejumlah pemain musim lalu. Karena itu, menurut pelatih asal Portugal ini, laga Persebaya kontra Arema akan berjalan dengan ketat.
"Mereka tidak kehilangan delapan pemain dari musim lalu dan mereka juga mendatangkan pemain-pemain bagus musim ini. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang berat," ucapnya.
Tavares juga menyinggung ketimpangan waktu istirahat Bajol Ijo, sebutan Persebaya. Ia menyebut Arema, selaku wakil dari Grup A, memiliki waktu istirahat lebih panjang dibandingkan Persebaya.
"Arema memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak daripada kami untuk mempersiapkan pertandingan dan melakukan pemulihan. Ini tidak mudah bagi tim yang berasal dari Grup B."
"Sementara tim-tim yang menunggu di Grup A memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak. Jadi, berikan kami waktu untuk melakukan pemulihan dan mempersiapkan pertandingan," katanya.
Tavares bahkan menyebut situasi tersebut tidak adil bagi timnya, karena setelah ini mereka harus melakukan perjalanan ke tempat laga semifinal tanpa waktu pemulihan yang memadai.
"Menurut saya ini sangat tidak adil. Sekarang kami harus melakukan perjalanan ke tempat lain karena tim lain, seperti Arema, memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak dibandingkan kami."
(frd/abs)