PIALA AFF 2026

Herdman Akui Kesalahan Fatal Timnas Indonesia di 15 Menit Awal

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 04:56 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Jhon Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj.
John Herdman menilai Timnas Indonesia terlalu mudah memberikan gol untuk Vietnam di 15 menit awal. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai timnya terlalu mudah memberikan gol untuk Vietnam di 15 menit awal dalam laga Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (3/8). Hal itu yang jadi awal mula kehancuran Skuad Garuda di laga tersebut.

Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam dan dua gol awal dicetka Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long di menit keenam dan ke-15. Herdman menganggap Timnas Indonesia kurang menekan Vietnam di awal laga.

"Saya pikir secara umum, kami seharusnya bisa lebih siap untuk bermain lebih lugas dalam pertarungan fisik dengan Vietnam pada 10-15 menit pertama."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa kami memberikan mereka gol yang cukup mudah. Sekali Anda melakukan itu melawan tim seperti Vietnam, ini akan menjadi malam yang sulit karena sekarang mereka bisa memukul Anda melalui serangan balik, dan mereka melakukannya," tutur Herdman seusai pertandingan.

Dalam pandangan Herdman, kesalahan di 15 menit awal pada laga lawan Vietnam itu harus jadi pelajaran berharga. Ia pun mengambil tanggung jawab atas kesalahan di laga lawan Vietnam.

"Jadi menurut saya, kami perlu menjaga bentuk permainan yang rapat, baik saat menyerang maupun bertahan. Manajemen permainan yang lebih baik, itu datang dari pelatih terlebih dahulu, bukan pemain, untuk mengelola pertandingan dan memastikan 15 menit pertama itu sulit bagi tim bagus seperti Vietnam.

Dalam proses gol yang dicetak Nguyen Hai Long, Timnas Indonesia terlalu tinggi dalam menetapkan garis pertahanan. Hal itu yang kemudian dimaksimalkan oleh kecepatan Hai Long untuk merobek gawang Timnas Indonesia. Gol Nguyen Xuan Son juga berasal dari skema serangan balik.

Herdman mengakui bahwa ia ingin Timnas Indonesia bermain ofensif. Namun kesalahan dalam transisi bertahan harus jadi pelajaran.

"Kami ingin mengirim banyak pemain ke depan. Kami tidak ingin menjadi tim yang hanya duduk di area sendiri bertahan untuk serangan balik, dan itu membutuhkan keberanian serta memiliki risiko."

Kami harus mempelajari momen-momen kapan harus melakukan pertahanan dan transisi pertahanan yang lebih tertata. Itu kuncinya: manajemen permainan dan transisi pertahanan yang lebih baik. Kami akan membawa itu ke Singapura. Tapi tim kami berani, kami ingin bermain sepak bola, kami ingin menunjukkan kepada penggemar bahwa kami adalah tim yang menyerang, menekan lawan, dan membangun serangan dari belakang," ujar Herdman.

[Gambas:Video CNN]

(afr/ptr)