Timnas Indonesia Sudah Biasa Deg-degan di Akhir Fase Grup Piala AFF
Timnas Indonesia kembali lagi menghadapi situasi deg-degan di akhir fase grup Piala AFF, seperti yang sudah terjadi dalam beberapa edisi sebelumnya.
Kekalahan dari Vietnam menuntut Indonesia menang pada laga terakhir menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8).
Di Negeri Singa, Indonesia akan menentukan nasib sendiri untuk lolos ke babak semifinal.
Dalam 15 edisi Piala AFF sebelumnya, tim Merah Putih sembilan kali berada pada mulut lubang jarum yakni pada 2000, 2002, 2007, 2012, 2014, 2016, 2020, 2022, dan 2024. Sementara dalam enam edisi lain, Indonesia sudah memastikan tiket semifinal atau gagal lolos sebelum matchday terakhir fase grup.
Dari sembilan situasi kritis itu, Indonesia bisa melewati lubang jarum sebanyak lima kali.
Pada Piala AFF 2000, Indonesia lolos ke semifinal setelah mengalahkan Myanmar pada laga terakhir. Dua tahun berselang, tiket semifinal bisa berada di tangan skuad Garuda setelah menang atas Filipina dan Vietnam mengalahkan Myanmar.
Kemenangan pada momen kritis kembali diraih pada AFF 2016, yakni ketika mengalahkan Singapura pada laga penutup fase grup. Sementara pada 2020 dan 2022, Indonesia memastikan lolos dari babak penyisihan setelah menumbangkan Malaysia dan Filipina pada laga terakhir.
Kegagalan juga pernah dialami Indonesia ketika hanya imbang melawan Singapura pada 2007. Padahal saat itu, Indonesia dituntut menang.
Pada Piala AFF 2012, Malaysia mengalahkan Indonesia dan menggagalkan impian masuk semifinal. Dua tahun berselang, Indonesia gagal ke semifinal meski menang pada laga akhir grup lantaran di laga lain Vietnam mengalahkan Filipina.
Kegagalan terakhir Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF dalam situasi laga penutup fase grup terjadi pada dua tahun lalu. Saat diharuskan meraih satu poin saja melawan Filipina, Kadek Arel dan kawan-kawan malah kalah 0-1.
(nva/sry)