Stop Eksperimen, Indonesia Harus Kembali ke Formasi The Winning Team

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 05:23 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/
Formasi Timnas Indonesia saat lawan Kamboja. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia tampaknya perlu kembali ke formasi awal saat melawan Singapura pada laga lanjutan Piala AFF 2026. Dengan formasi awal Indonesia terbukti mampu tampil apik dengan membantai Kamboja 5-1.

Timnas Indonesia tampil sangat meyakinkan saat menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026. Mengandalkan formasi terbaiknya, skuad Garuda mampu unggul 3-0 di babak pertama sebelum menambah dua gol lagi pada babak kedua untuk menutup pertandingan dengan kemenangan telak 5-1.

Saat itu, John Herdman menurunkan Nadeo Argawinata di bawah mistar gawang. Tiga bek diisi Shayne Pattynama, Rizky Ridho, dan Sandy Walsh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lini tengah, Marc Klok, Thom Haye, dan Ivar Jenner menjadi motor permainan. Eliano Reijnders mengisi sayap kanan, sementara Dony Tri Pamungkas beroperasi di sisi kiri. Di lini depan, Beckham Putra Nugraha berduet dengan Mitchell Baker.

Namun, pada laga kedua melawan Timor Leste, Herdman melakukan banyak perubahan. Posisi kiper dipercayakan kepada Cahya Supriadi, sedangkan tiga bek berubah total menjadi Wahyu Prasetyo, Jordi Amat, dan Brian Fatari.

Di lini tengah, Marc Klok, Thom Haye, dan Ivar Jenner tetap dipertahankan. Eliano Reijnders masih mengisi sayap kanan, sedangkan sisi kiri ditempati Tim Geypens. Sementara itu, lini depan diisi Rayhan Hanan bersama Mitchell Baker.

Perubahan tersebut membuat permainan Indonesia tidak semulus laga sebelumnya. Tim Garuda kesulitan mencetak gol pada babak pertama dan baru bisa memastikan kemenangan 3-0 setelah melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua.

Pada pertandingan ketiga melawan Vietnam, Herdman kembali merombak susunan pemain. Nadeo kembali menjadi kiper utama, sedangkan lini belakang dihuni Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.

Eliano Reijnders dan Dony Tri Pamungkas tetap mengisi kedua sisi sayap. Marc Klok, Thom Haye, dan Ivar Jenner kembali dipercaya di lini tengah. Sementara lini depan diisi Ragnar Oratmangoen dan Mitchell Baker.

Sayangnya, formasi ini tidak berjalan sesuai harapan. Pertahanan Indonesia amburadul. Indonesia sudah kebobolan dua gol pada menit keenam dan ke-14, sebelum Vietnam menambah gol ketiga melalui Rafaelson pada menit ke-71.

Melihat tiga pertandingan tersebut, formasi pada laga perdana melawan Kamboja masih menjadi yang paling efektif. Komposisi pemain saat itu terbukti mampu menghadirkan keseimbangan antara pertahanan dan serangan.

Rizky Ridho terlihat lebih nyaman saat bermain sebagai bek tengah, sementara Beckham Putra Nugraha layak kembali dipercaya sebagai starter setelah tampil impresif pada laga pembuka.

Jika ingin kembali tampil dominan saat menghadapi Singapura, John Herdman patut mempertimbangkan untuk berhenti bereksperimen dan mengembalikan formasi yang sudah terbukti membawa kemenangan besar.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/nva)