PR Besar Nova Widianto usai jadi Pelatih Ganda Campuran Indonesia
Nova Widianto resmi jadi Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas Cipayung PBSI. Nova bakal dihadapkan pada pekerjaan rumah (PR) yang menantang bagi seorang pelatih.
Nova resmi diumumkan sebagai pelatih ganda campuran pada Rabu (5/8). Ia dinilai jadi sosok yang pas untuk memimpin kursi kepala pelatih ganda campuran karena punya jam terbang yang tinggi, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Namun tugas Nova Widianto tidak akan mudah. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Nova.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dekade lalu, nomor ganda campuran Indonesia masih diperhitungkan sebagai penantang serius di tiap kejuaraan besar. Nama besar terakhir yang bisa juara dunia adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang juga sukses mempersembahkan medali emas Olimpiade.
Selepas Tontowi/Liliyana, ganda campuran Indonesia terakhir yang bisa masuk persaingan elite adalah Praveen Jordan/Melati Daeva. Praveen/Melati pernah memenangkan All England dan masuk ke jajaran empat besar dunia.
Kini, ganda campuran Indonesia tidak punya andalan. Tak ada wakil yang bisa masuk ke 10 besar dalam peringkat BWF terbaru.
Ganda campuran Indonesia dengan peringkat tertinggi adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu di posisi 13, disusul Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (20), dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata (23).
Kondisi itu membuat Nova Widianto harus bekerja keras dari nol untuk membentuk ganda campuran elite. Belum lagi waktu yang sempit sebelum Race to Olympics dimulai pada tahun depan.
Dengan demikian, Nova punya tugas berat dan menantang seiring kembalinya ia ke Pelatnas Cipayung. Namun berbeda dibanding sebelumnya, Nova juga punya modal berharga karena ia sudah pernah membawa ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei jadi juara dunia.
(ptr/sry)