Banjir Kritik, Panitia Sebut Final Piala Presiden 2026 Direstui AFC

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 21:36 WIB
Persija kalah 1-2 dari Persib pada babak semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8). (Arsip Persija)
Panitia Piala Presiden 2026 sebut dapat restu AFC soal jadwal semifinal dan final mepet. (Arsip Persija)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organizing Comitte (OC) Piala Presiden 2026 memastikan seluruh rangkaian jadwal final dan perebutan juara tiga telah mengantongi persetujuan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Kepastian tersebut tertuang dalam surat persetujuan AFC bernomor AFC/IDN/T2/7612-2026 yang diterbitkan sejak 6 Juli lalu. Pihak panitia juga menegaskan bahwa seluruh regulasi dan dokumen administrasi kompetisi telah disosialisasikan secara terbuka kepada klub peserta.

Laga puncak sendiri bakal mempertemukan Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8). Adapun perebutan juara tiga mempertandingkan laga Persija Jakarta versus Arema FC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partai final dan perebutan peringkat tiga digelar hanya berjarak satu hari setelah babak semifinal yang tuntas dilaksanakan pada Selasa (4/8). Pendeknya jadwal pertandingan menuai banjir kritik.

Wakil Ketua OC Bidang Administrasi Turnamen Risha Ady Wijaya mengklaim penetapan jadwal tersebut telah memenuhi standar kompetisi tingkat Asia. Ia menyebut aturan baku jeda pemulihan 72 jam sejatinya merupakan rekomendasi khusus untuk ajang internasional antar-negara.

"Terkait permasalahan 72 jam masa istirahat, kalau boleh kami share bahwa 72 jam masa istirahat itu adalah rekomendasi FIFA terhadap anggotanya dengan catatan untuk turnamen antar-federasi, artinya antar-negara," ujar Risha saat sesi jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/8).

"Untuk Piala Presiden 2026 ini, kita sudah mendapatkan approval dari AFC, di mana untuk mendapat approval itu kita juga mengiri, memberikan schedule, regulasi, dan hal-hal administrasi lainnya," sambungnya.

Risha membeberkan bahwa panitia telah menggelar sosialisasi sebanyak tiga kali bersama jajaran manajemen klub guna menyelaraskan pemahaman aturan.

"Kami pun sudah bersosialisasi sebanyak tiga kali kepada klub-klub, dimulai dari dengan team briefing secara online karena ada beberapa klub masih di daerah masing-masing, termasuk juga MCM (Match Coordination Meeting) yang kita lakukan baik Grup A dan Grup B," kata Risha.

Sebagai solusi atas ketatnya jadwal, panitia melonggarkan batas pergantian hingga 12 pemain serta mengizinkan pendaftaran amunisi baru jelang semifinal. Fleksibilitas taktis diberikan kepada tim pelatih untuk menjaga kebugaran fisik para pemain.

"Dan untuk mengantisipasi tentang schedule yang sangat ketat, kami memberikan kebebasan kepada klub peserta untuk menggantikan rotasi pemain sebanyak 12 pemain dalam satu kali pertandingan," ungkap Risha.

"Jadi tinggal pelatih saja untuk mengatur gimana rotasi itu bisa dilaksanakan," tutup Risha dalam pernyataannya.

[Gambas:Video CNN]

(jun/afr/jun)