Polisi Gerebek Rumah Mantan Pelatih Korea dan Kantor KFA, Ada Apa?
Polisi menggeledah rumah mantan pelatih timnas Korea Selatan, Hong Myung Bo dan kantor Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) buntut kegagalan di Piala Dunia 2026.
Dalam laporan Chosun, kepentingan aparat mendatangi kantor KFA adalah untuk menyelidiki proses penunjukan Hong Myung Bo sebagai pelatih Taeguk Warriors. Adapun juru taktik 57 tahun itu dipilih mengepalai Son Heung Min dan rekan-rekan pada 7 Juli 2024.
"Polisi menginvestigasi proses penunjukan mantan pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung Bo dan menargetkan operasi di KFA," tulis Chosun.
Penggeledahan itu dilakukan di Cheonan, kantor KFA, Kamis (6/8) waktu setempat. Kemudian kantor di Football Hall Jongno Gu juga ikut jadi sasaran karena sempat jadi markas KFA sebelum pindah ke Cheonan.
"Ini jadi pertama kali polisi melakukan investigasi terhadap KFA terkait pemilihan pelatih," lanjut laporan Chosun.
Satu hari sebelumnya pada Rabu (5/8), polisi lebih dulu mendatangi rumah Hong Myung Bo. Penunjukan eks bintang timnas Korea Selatan itu sebagai pelatih ditengarai 'bau amis'.
"Polisi menanyakan proses terpilihnya [Hong Myung Bo] sebagai kandidat pelatih tim nasional pada 2024 dan keputusan final dalam prosedur pemilihan itu," sebut laporan Chosun.
Penggeledahan sekaligus jadi babak baru dalam cerita pahit timnas Korea Selatan. Pekan lalu, Hong Myung Bo dan eks Ketua KFA, Chung Mong Gyu dicecar parlemen setempat.
Secara terbuka, Hong Myung Bo dan Chung Mong Gyu menyampaikan permohonan maaf. Namun sepatah-dua patah kata ternyata tak membuat mereka dalam posisi aman.
Pada Piala Dunia 2026, Korea Selatan mentok di fase gugur. Setelah menang atas Republik Ceko, Taegeuk Warriors kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan sehingga hanya bisa menempati peringkat ketiga di Grup A.
Korea pun kalah dalam persaingan peringkat ketiga terbaik dari negara-negara lain yang punya poin dan selisih gol lebih bagus.
(ikw/nva)