Piala Presiden 2026 dan Tradisi Menjaga Nadi Transparansi

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 06:37 WIB
Pesepak bola dan ofisial tim Persebaya Surabaya berselebrasi setelah menjuarai Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (7/8/2026). Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung m
Persebaya Surabaya berhasil jadi juara Piala Presiden 2026. (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Transparansi, aspek tak terpisahkan dari Piala Presiden. Prinsip ini adalah tradisi dari turnamen pramusim itu agar tetap melekat di benak dan hati.

Piala Presiden 2026 sudah rampung bergulir dan kampiun baru telah hadir. Persebaya Surabaya berhasil juara. Namun di samping itu, ada prinsip yang jadi nadi di baliknya.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Mauarar Sirait mengingatkan turnamen edisi kedelapan itu tetap mengedepankan transparansi. Unggahan media sosial Piala Presiden 2026 pun dihiasi dengan ragam laporan mulai dari rating televisi dan siaran hingga pengumuman kandidat juara lomba antarjurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Delapan kali Piala presiden, kami berpikir keras bagaimana membangun reputasi dan kepercayaan. Salah satu alat ukur transparansi adalah audit. Karena itu kami bersama PwC sebagai alat ukur berkelas internasional," kata Maruarar.

"Delapan edisi ini juga disiarkan di televisi yang sama. Apa yang dijanjikan selalu tepat waktu," ia menegaskan.

Tektek-bengek Piala Presiden 2026 juga bisa dipantau publik. Masyarakat bisa melihat seberapa luas cakupan Piala Presiden 2026 dalam algoritma. Puncaknya terjadi ketika pemecahan rekor share 45,3 persen siaran televisi Indonesia pada laga final Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, Kamis (6/8). Pencapaian itu lebih tinggi dalam sejarah sejak turnamen berlangsung sejak 2015.

Di tengah disrupsi media, hal ini dipandang jadi sinyal positif. Sepak bola lagi-lagi memegang perannya sebagai oasis dalam hiburan rakyat pemersatu bangsa.

Pada satu sisi, laporan rating dan share siaran televisi ini jadi bukti bahwa hal-hal seperti ini sebenarnya berhak diketahui, terlepas dari cara publik memberi persepsi.

Betapapun, Piala Presiden 2026 sudah menunjukkan upaya menjawab ekspektasi dengan tak hanya menyelenggarakan ajang pramusim, tapi juga meneruskan tradisi keterbukaan sejak turnamen bergulir.

Hal itu ditunjukkan dari mengumumkan kandidat juara lomba bagi para jurnalis. Sebelumnya, penyelenggara hanya mengumumkan pemenang. Kali ini, ada tiga calon kampiun dari setiap kategori. Warganet bisa memilih langsung pemenang sesuai kriteria.

Keterlibatan publik jadi indikator Piala Presiden 2026 menggugah pola interaktif sepanjang turnamen berlangsung. Selain keterbukaan, keterlibatan masyarakat adalah poin positif.

Persib Bandung mengalahkan DPMM FC 1-0 dalam laga lanjutan Piala Presiden 2026.Piala Presiden mampu menunjukkan nilai-nilai positif selama delapan tahun penyelenggaraan. (Dok. Piala Presiden)

Interaksi dengan pihak luar juga dilakukan penyelenggara saat kembali menggandeng PwC Indonesia sebagai auditor independen. Langkah ini dilakukan lagi demi merawat fondasi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan.

Kelindan PwC dan Piala Presiden sudah terjalin selama satu dekade. Dari periode itu pula, predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) senantiasa didapatkan. Total dana dikumpulkan penyelenggara Piala Presiden 2026 sebesar Rp100 miliar pun dapat dipertanggungjawabkan.

Kini setelah Piala Presiden 2026 sukses bergulir, publik menanti inovasi di tahun berikutnya. Ada rencana turnamen akan jadi wadah Timnas Indonesia. Dan wacana ini layak dinanti untuk pecinta skuad Garuda.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)