Kata-kata Luis Enrique usai PSG Juara Piala Super Eropa 2026

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 06:10 WIB
Soccer Football - UEFA Super Cup - Paris St Germain v Aston Villa - Stadion Salzburg, Salzburg, Austria - August 12, 2026 Paris St Germain coach Luis Enrique celebrates with the trophy after winning the UEFA Super Cup REUTERS/Angelika Warmuth     TPX
Luis Enrique mengangkat trofi juara Piala Super Eropa 2026. (REUTERS/Angelika Warmuth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menilai raihan juara Piala Super Eropa 2026 dapat diraih karena mentalitas para pemainnya yang selalu ingin memberikan hasil maksimal.

"Pertandingan ini sulit dipersiapkan. Para pemain membutuhkan istirahat dan waktu bersama keluarga mereka, tetapi setiap kali mereka mengenakan seragam Paris Saint-Germain, ada ikatan dengan para penggemar, dan di antara para pemain itu sendiri. Apa yang kami tunjukkan lagi hari ini adalah bahwa, terlepas dari kesalahan dan banyak hal yang kurang, kami adalah tim yang selalu kami inginkan," kata Enrique usai pertandingan dikutip dari laman PSG.

"Kita selalu membicarakan para pemain yang memulai pertandingan, tetapi sangat penting untuk siap masuk sebagai pemain pengganti, terutama dalam pertandingan seperti ini. Semua pemain memiliki pemahaman yang sama, dan itu sangat penting, karena untuk memenangkan trofi besar, Anda membutuhkan semua orang untuk bekerja sama," ucap Enrique menambahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PSG sukses menjadi juara Piala Super Eropa 2026 setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1. Pertandingan berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) dini hari WIB.

PSG langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Peluang pertama mereka hadir pada menit ke-20 melalui Desire Doue. Namun, tembakannya masih mampu diamankan kiper Aston Villa, Marco Bizot.

Tak lama berselang, PSG akhirnya membuka keunggulan. Khvicha Kvaratskhelia mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Doue. Pemain asal Georgia itu melakukan aksi individu sebelum melepaskan tembakan keras ke tengah gawang. PSG unggul 1-0.

Aston Villa kemudian meningkatkan tekanan. Brian Madjo hampir mencetak gol pada menit ke-28 melalui sundulan jarak dekat, tetapi bola masih melebar.

Usaha Villa akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45. Madjoyang baru berusia 17 tahun sukses mencetak gol lewat sontekan first time setelah menerima umpan silang John McGinn. Skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut membuat Madjo menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.

Memasuki babak kedua, Aston Villa kembali memberikan tekanan. McGinn nyaris membawa Villa berbalik unggul pada menit ke-50, tetapi tembakannya ditepis Matvey Safonov.

PSG kemudian kembali memimpin pada menit ke-61 melalui Doue. Sempat dianulir karena offside, gol tersebut akhirnya disahkan setelah pemeriksaan VAR. Skor menjadi 2-1 untuk PSG.

Villa terus menyerang pada sisa pertandingan, sementara PSG lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun, hingga peluit akhir berbunyi, skor tidak berubah.

PSG pun keluar sebagai juara dan mengikuti jejak AC Milan serta Real Madrid yang pernah meraih Piala Super Eropa secara back-to-back.

Bagi Unai Emery, kekalahan ini memperpanjang catatan buruknya. Ia kini selalu kalah dalam empat kesempatan tampil diajang tersebut.

(rhr/rhr/jun)