PSSI Prihatin Keluarga Justin Hubner Jadi Sasaran Ujaran Kebencian

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 13:02 WIB
Jennifer Coppen dan Justin Hubner
Justin Hubner bersama sang istri Jennifer Coppen mendapat serangan verbal di media sosial. (Tangkapan layar instagram @jennifercoppenreal20)
Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI prihatin atas maraknya ujaran kebencian hingga ancaman yang menyasar bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, beserta keluarganya di media sosial.

Gelombang serangan digital hingga rasisme yang menimpa pemain 22 tahun itu mencuat pasca-ketegangan 'adu mulut' di media sosial menyusul laga kontra Vietnam dalam Piala AFF 2026.

Saat itu Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam. Setelah kekalahan besar atas armada Kim Sang Sik, Hubner membela tim Garuda dan menganggap remeh kemenangan Vietnam. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekasih Jennifer Coppen itu seolah mengisyaratkan Timnas Indonesia akan bangkit lebih kuat dengan skuad utama apabila kembali bersua Vietnam.

Dari pembelaan terhadap rekan-rekannya itu Hubner sering diteror netizen Vietnam. Ancaman dari warga Vietnam bahkan mengarah pula ke keluarganya.

PSSI merespons fenomena serangan verbal di media sosial ini memberi rambu batas-batas privasi. Keselamatan keluarga atlet harus tetap dilindungi dari segala bentuk provokasi.

"PSSI menyampaikan keprihatinan atas ujaran kebencian dan ancaman yang menyasar Hubner serta keluarganya, sekaligus menyerukan agar kritik tidak diarahkan menjadi serangan personal," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Guna meredam tensi makin meninggi dan menjaga keamanan para pemain, PSSI mengadopsi kampanye global FIFA bertajuk 'Stop Hate, Protect Football'.

Langkah ini diambil sebagai komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang aman dan bersih dari aksi perundungan digital (cyberbullying) maupun penyebaran data pribadi (doxing).

PSSI pun turut mengimbau suporter tanah air untuk terus merawat atmosfer positif dan tidak terprovokasi oleh aksi perundungan di media sosial.

"Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepak bolanya," ujar Yunus Nusi menegaskan.

[Gambas:Video CNN]

(afr/afr/rhr)