Insiden Tendangan Horor di Piala Soeratin U-13, PSSI DIY Turun Tangan

CNN Indonesia
Sabtu, 22 Agu 2026 10:01 WIB
Soccer ball in the playing field
Ilustrasi sepak bola. (Istockphoto/Capuski)
Jakarta, CNN Indonesia --

Insiden tendangan kungfu mewarnai laga Piala Soeratin U-13 yang mempertemukan Baturetno dan Mataram Utama (MU) di Lapangan Dwi Windu, Bantul, DIY.

Pertandingan ini digelar pada Kamis (20/8) sore kemarin. Sementara, pada rekaman video laga yang beredar, nampak salah seorang pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy terkena tendangan pemain MU, Firmansyah Purbo Wicaksono.

Pemain MU terlihat melompat dan mengangkat tinggi kakinya. Tendangannya mengenai kepala pemain Baturetno yang kemudian tersungkur di tengah lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wasit kemudian menghadiahi pemain MU kartu kuning, sehingga menimbulkan protes dari kubu Baturetno.

"Karena tidak memberikan kartu merah (ke pemain MU), nanti dari Baturetno akan melayangkan surat kepada Asprov PSSI DIY, khususnya bidang perwasitan dan pengawas pertandingan," kata Pembina SSB Baturetno, Sarjoko, Jumat (21/8).

Sarjoko turut meminta supaya pemain MU dijatuhi sanksi larangan mengikuti kompetisi sepak bola di wilayah DIY selama beberapa tahun. Demikian pula wasit agar dihukum tak memimpin laga selama satu tahun atau dua tahun.

"Si pemain juga harus minta maaf dan juga harus menerima hukuman tidak bisa mengikuti main atau kompetisi selama nanti sesuai dengan keputusannya. Karena itu sangat merugikan dan itu tidak mendidik, dan juga dia tidak sportif," harap Sarjoko.

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY Wendy Umar sementara itu menyebut telah menindaklanjuti insiden kemarin. Pihaknya langsung mengumpulkan informasi terkait kejadian, baik dokumentasi foto, video, laporan pengawas pertandingan, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, pada Jumat (21/8) kemarin, Asprov PSSI DIY melaksanakan sidang Komite Disiplin (Komdis).

"Kami juga tetap masih menunggu hasil sidang dari Komite Disiplin berkaitan dengan hasilnya. Nanti mudah-mudahan ini hasilnya yang terbaik, karena kita ketahui bahwa PSSI DIY juga pernah mengeluarkan hukuman atau sanksi kepada salah satu pemain di Liga 4 berkaitan dengan kejadian-kejadian serupa," kata Wendy, Jumat.

Kondisi pemain Baturetno

Wendy bilang, Aprov DIY berkomunikasi aktif dengan pelatih Baturetno guna mengetahui detail kondisi Adskhan Jarrar Fauzy.

Hasil pengecekan kronologi pertandingan kemarin, insiden membahayakan terjadi di menit ke-66. Adskhan disebut masih bisa melanjutkan laga hingga selesai.

Akan tetapi, kata Wendy, sang pemain merasakan pusing dan mual ketika perjalanan pulang. Sehingga, ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit JIH dan menjalani prosedur medis CT Scan berkaitan gejala yang dialami.

"Hasil CT scan hari ini sudah keluar, hasilnya baik. Namun, sang pemain masih harus menjalani observasi satu hari ke depan ini," ungkap Wendy.

Pihak Asprov PSSI DIY selanjutnya melakukan komunikasi kepada pihak keluarga pemain guna memberikan dukungan moril, pendampingan, dan komitmen pencegahan kejadian serupa.

[Gambas:Video CNN]

(kum/ptr)