Rekor 35 Tahun Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF Terlampaui

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 11:21 WIB
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2026. (REUTERS/Bhawika Chhabra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kegagalan Indonesia meraih medali emas Kejuaraan Dunia BWF 2026 membuat rekor buruk sejak 1991 atau 35 tahun lalu terlampaui pada tahun ini.

Pencapaian atlet Indonesia dalam Kejuaraan Dunia BWF 2026 hanya medali perunggu. Medali ini disumbang ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Dengan kata lain, dalam lima edisi beruntun tidak ada atlet bulutangkis Indonesia yang meraih medali emas atau menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Dunia BWF. 

Atlet Indonesia yang terakhir kali berdiri di podium tertinggi Kejuaraan Dunia BWF adalah Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dalam nomor ganda putra Kejuaraan Dunia BWF 2019.

Setelah itu, pada edisi 2021, 2022, 2023, 2025, dan 2026, pencapaian terbaik Indonesia hanya perak. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva yang terakhir kali meraih perak, yakni pada edisi 2023.

Catatan dari edisi 2021 hingga 2026 ini lebih buruk dari edisi 1985-1991. Ketika itu, Indonesia tidak meraih medali emas Kejuaraan Dunia BWF hanya dalam empat edisi beruntun. 

Pada edisi 1993, Indonesia yang puasa gelar langsung ngamuk dengan meraih tiga medali emas. Bahkan Indonesia menjadi juara umum dengan total enam medali.

Saat itu Joko Suprianto meraih medali emas nomor tunggal putra, lantas Susy Susanti menjadi yang terbaik di tunggal putri, dan Ricky Subagja/Rudy Gunawan ke podium tertinggi ganda putra.

Setelah lima edisi tidak ada lagi yang meraih emas dalam Kejuaraan Dunia BWF, melampaui rekor 35 tahun lalu, PBSI selayaknya berbenah agar prestasi bisa diraih kembali. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK