Jonatan Christie Ranking 1 Dunia: Raket Harapan dan 13 Tahun Berselang

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Selasa, 25 Agu 2026 13:29 WIB
Jonatan Christie resmi jadi pebulutangkis nomor satu dunia. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

16 Juni 2013, Jonatan Christie berdiri di Istora Gelora Bung Karno. Saat itu, ia bukan pemilik acara. Namun ia ada di sana menerima simbol harapan dan kebangkitan tunggal putra Indonesia.

Jonatan berdiri sebagai pemain muda. Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat ada di sebelahnya. Hari itu, Taufik adalah tokoh utama.

Hari itu, Taufik sedang berpamitan ke suporter bulu tangkis Indonesia di Istora. Dalam rangkaian acara yang ada, salah satunya adalah pemberian raket ke Jonatan. Sebuah bentuk simbolis, bahwa Taufik berharap tunggal-tunggal muda Indonesia bisa meneruskan tradisi dan kejayaan para seniornya.

Hari itu, Jonatan belum genap 16 tahun. Namun harapan besar sudah mulai terpatri pada dirinya dan rekan seangkatannya.

Memang, Taufik dan publik tidak hanya berharap pada Jonatan sebagai sosok pemuda yang bisa mengembalikan kejayaan tunggal putra Indonesia. Saat itu, ada sejumlah nama pemuda lainnya seperti Anthony Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, hingga Firman Abdul Kholik.

Jonatan dan kawan-kawan masuk ke Pelatnas Cipayung di saat PBSI memutuskan melakukan potong generasi. Artinya, tidak banyak pemain senior berpengalaman yang tersisa saat Jonatan dan kawan-kawan tengah berjuang di dalamnya.

Jonatan dalam kesehariannya menunjukkan kengototan dan usaha keras untuk secepatnya naik ke atas. Memang dalam beberapa wawancara, Jonatan juga mengakui bahwa kehilangan sosok senior yang bisa saja membimbing mereka menjadi lebih baik dalam latih tanding di hari-hari latihan.

Hari-hari Jonatan dan kawan-kawan adalah hari-hari penuh harapan dan tekanan. Harapan karena mereka sudah dapat sorotan besar sejak usia belia seiring era media sosial yang mulai terasa familiar di sekitar kehidupan manusia. Alhasil, Jonatan dan kawan-kawan sudah dikenal banyak orang sebelum prestasi mereka belum benar-benar mendunia.

Namun di sisi lain juga ada tekanan. Harapan besar tentu juga berarti tekanan yang besar.

Dengan kondisi itu, Jonatan mulai menapaki jalan kariernya. Jonatan memenangkan SEA Games 2017 dan kemudian salah satu titik tolak penting dalam karier Jonatan terjadi. Ia memenangkan Asian Games 2018 saat multi event tersebut digelar di Indonesia.

Nama Jonatan langsung menyebar luas, menembus batas-batas komunitas dan penggemar bulu tangkis semata. Mereka tidak mengikuti bulu tangkis tetapi jadi kenal Jonatan Christie lewat keberhasilannya merebut emas Asian Games 2018 di usia jelang 21 tahun.

Harapan pada Jonatan pun makin membumbung tinggi. Ia makin diyakini bisa menyamai level legenda-legenda Indonesia, termasuk Taufik yang pernah memberikan 'raket harapan' untuk dirinya.

Jonatan Christie melangkah dengan dipenuhi harapan sekaligus beban sejak usia belia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Pada akhirnya, jalan yang ditempuh Jonatan tidak melulu mulus. Jonatan menemui kegagalan demi kegagalan. Ia juga tidak serta merta jadi pemain elite dunia.

Namun dari karier yang naik-turun itu, Jonatan bisa mengoleksi sejumlah gelar penting yang dinilai jadi gelar prestisius seorang pebulutangkis.

Jonatan bisa juara All England, turnamen tertua di dunia yang seringkali disebut sebagai turnamen sakral. Selain itu, Jonatan juga bisa memenangkan All England dan Kejuaraan Asia pada 2024.

Di level beregu, Jonatan dan kawan-kawan bisa membawa Indonesia kembali jadi juara Thomas Cup 2020 di 2021. Mereka sukses mengembalikan trofi Thomas Cup ke dalam dekapan Indonesia setelah terakhir kali dimenangkan pada 2002.

Seperti yang dibilang, perjalanan Jonatan tidak selalu mulus. Kejuaraan Dunia dan Olimpiade yang diimpikan masih belum bisa jadi misi yang berhasil dituntaskan.

Di Kejuaraan Dunia, Jonatan tiga kali kalah di babak perempat final alias langkah terakhir menuju zona raihan medali. Sedangkan di Olimpiade, Jonatan menuai hasil mengecewakan dalam dua kesempatan.

Emas Asian Games 2018 jadi salah satu momen penting dalam karier Jonatan Christie. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Dalam kiprahnya yang masih naik-turun itu, Jonatan jadi salah satu pemain yang konsisten untuk terus bermukim di 10 besar. Dan di pekan ini, 13 tahun setelah ia menerima raket dari Taufik, Jonatan meraih sebuah pencapaian membanggakan. Ia naik ke posisi nomor satu dunia, mengakhiri penantian panjang Indonesia kembali memiliki tunggal putra nomor satu dunia.

Sejak Taufik Hidayat duduk di posisi nomor satu dunia, belum ada pebulutangkis Indonesia lainnya yang berhasil mengikuti jejaknya. Sampai akhirnya Jonatan datang dan memutus puasa panjang pada pekan ini.

Jonatan mungkin belum memenuhi ekspektasi banyak orang, namun satu yang jelas, ia sudah lebih dari satu dekade terus berjuang.

Dan dengan usia mendekati 29, masih ada waktu dan ruang bagi Jonatan untuk menuntaskan rasa penasaran yang masih ada dalam dirinya. Rasa penasaran untuk bisa berdiri di podium tertinggi, atau setidaknya meraih medali, pada Olimpiade dan Kejuaraan Dunia.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK