Ambisi Bilal Hasan di Debut UFC: Enjoy dan Mau Menang KO

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 17:30 WIB
Bilal Alakai Hasan
Bilal Hasan akan berhadapan dengan Nilson Rojas pada UFC Shanghai yang berlangsung akhir pekan ini. (Tangkapan layar instagram @ufcindonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petarung berdarah Indonesia, Bilal Hasan, menuturkan ambisinya menjelang debut di Octagon UFC.

Atlet kelahiran Hawaii, AS, itu bakal tampil di UFC Fight Night 286 atau UFC Shanghai lawan Nilson Rojas di SPD Bank Oriental Sport Center, Shanghai, China, Sabtu (29/8).

Ini merupakan pertarungan pertama Bilal di ajang resmi UFC setelah mendapat kontrak berlaga usai menang di Dana White Contender Series (DWCS) pada 11 Agustus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bilal ingin tetap enjoy sembari menjaga ambisi menang KO seperti yang dilakoninya dalam tujuh dari sembilan pertarungan sebelumnya.

"Idealnya memang menang di ronde pertama. Tapi saya tidak ingin buru-buru. Saya ingin relaks dan tetap tenang dalam melakukan ini," kata Bilal dalam wawancara virtual, Rabu (26/8).

"Ketika saya memulai karier, saya sempat berpikir untuk naik cepat-cepat. Tapi sekarang saya ingin enjoy. Tapi kalau untuk prediksi, saya pikir bisa menang KO di ronde kedua," ia menambahkan.

Kebetulan tak banyak waktu dimiliki Bilal untuk melakukan persiapan. Sebab jarak antarduel hanya terpaut dua pekan. Meski begitu, petarung penggemar Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih itu tak mempermasalahkan jadwal padatnya.

[Gambas:Video CNN]

"Persiapan tentu sama saja meski hanya punya dua minggu sejak Contender Series. Saya tidak latihan keras, hanya menjaga kondisi saja dan menurunkan berat badan," ucapnya.

Lebih lanjut, Bilal membagikan resep jitu agar tetap tenang dalam upaya menjaga kualitas mental. Ibadah jadi kunci bagi anak dari orangtua asal Bogor, Jawa Barat tersebut.

"Yang membantu saya [tetap tenang] adalah salat. Saya selalu berusaha untuk salat, latihan, latihan, dan latihan," kata Bilal dalam wawancara virtual, Rabu (26/8).

"Saya selalu menjaga kualitas mental. Saya selalu membawa buku catatan dan menulis apa yang saya pikirkan. Saya juga selalu baca buku. Saya melakukan itu sebanyak saya melatih fisik saya," ujarnya.

"Dalam bela diri dan pertarungan, sebanyak 90 persen di dalamnya adalah persoalan mental. Kita tidak bisa mencapai fisik prima jika mental tidak siap," ia menegaskan. 

(ikw/nva)