Italia Cabut Dukungan untuk Infantino di Pemilihan Presiden FIFA
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mencabut dukungan terhadap Gianni Infantino jelang konstestasi pemilihan presiden FIFA.
Dalam pernyataan di situs resmi, FIGC ingin menegaskan posisi federasi ihwal pemilu presiden FIFA. Masalah transparasi jadi alasan mereka tak menyokong Infantino.
"Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memilih untuk menarik dukungan terhadap Gianni Infantino sebagai kandidat pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027."
"Keputusan ini untuk memperjelas sekaligus bentuk transparansi dalam posisi FIGC untuk memenuhi kesepakatan dengan UEFA dan presiden Aleksander Ceferin setelah inisiatif presiden FIFA [Infantino] dalam mengembangkan kompetisi internasional," tulis FIGC di situs resmi.
Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan berlangsung dalam Kongres ke-77 FIFA di Rabat, Maroko pada 18 Maret 2027. Agenda utama dalam kesempatan tersebut adalah penentuan pemimpin badan sepak bola dunia.
Gianni Infantino sudah menduduki kursi tertinggi sejak 2016 untuk menyelesaikan masa tugas Sepp Blatter yang tersandung kasus korupsi di FIFA. Masih ada satu kesempatan lagi bagi Infantino untuk kembali menjabat posisi teratas di sana.
Sebab setiap individu berhak menjabat presiden FIFA dalam tiga periode. Infantino mengemban tanggung jawab tersebut dalam dua masa, 2019-2023 dan 2023-2027. Sedangkan rentang 2016-2019 tak dihitung karena meneruskan tonggak kepemimpinan dari Sepp Blatter.
Karena itu Infantino ingin mencalonkan diri lagi. Penolakan disampaikan berbagai pihak termasuk Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour dan anggota Dewan FIFA, Sandor Csanyi.
Namun ada juga yang mendukung. Salah satu pihak pemberi sokongan terbuka adalah PSSI melalui Erick Thohir.
(ikw/jal)