Operator Super League Janji Bikin Liga Indonesia Naik Kelas

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 04:15 WIB
Asep Saputra (kiri) berbicara tentang upaya I.League membawa Liga Indonesia naik kelas. (Dok. PSSI Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Operator Liga Indonesia, I.League, berjanji akan membuat kompetisi sepak bola Indonesia naik kelas, tidak hanya di pentas lokal, tetapi juga internasional.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra menyatakan pihaknya ingin mengedepankan komunikasi lintas pemangku kebijakan dan pelaku di lapangan agar Liga Indonesia naik kelas.

"Kami ingin memastikan peran liga sebagai pembuat ekosistem dan tim tinggal menunjukkan performanya. Kami ingin memastikan kepastian jadwal dari kalender dan hal-hal berkaitan dengan regulasi." 

"Kami belajar dari sebelumnya soal perubahan untuk meningkatkan kualitasnya. Di musim baru ini, soal lisensi klub misalnya, harus jelas tolok ukurnya," kata Asep dalam Water Break PSSI Pers, Senin (31/8).

Asep menyampaikan, upaya meningkatkan level kompetisi adalah dengan menggenjot lisensi klub. Saat ini seluruh peserta Super League 2026/2027 sudah mengantongi lisensi tampil di kasta tertinggi.

Sebagian tim-tim yang berlaga di divisi Championship 2026/2027 sebagian juga sudah memiliki lisensi berlaga di strata di atasnya.Hal ini akan terus ditingkatkan. 

"Fase ini adalah fase ekspansi. Salah satunya adalah penambahan lisensi klub. Ada lima aspek dalam lisensi klub dan musim depan akan ditambah dua lagi sehingga jadi tujuh aspek," ujar Asep. 

[Gambas:Video CNN]

Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa berjanji akan menyusun jadwal kompetisi terpadu sebagai salah satu cara operator untuk memberi kepastian terhadap pihak ketiga memasang sponsor.

"Dulu, lihat jadwal saja sudah bersyukur. Dulu, bagaimana mau bikin proyeksi kalau jadwal juga enggak pasti. Dulu, enggak berani kontrak pemain tiga sampai empat tahun. Sekarang sudah mulai berani."

"Kembali ke aspek komersial, sepak bola adalah tontonan, tapi kalau tidak bagus tontonannya, orang enggak mau lihat. Sekarang satu atau dua tahun terakhir sedang meningkat," kata Sadikin. 

(ikw/abs)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK