Erick Ingatkan Klub Indonesia Tak Terjebak Ambisi Bangun Superklub
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memperingatkan klub-klub Indonesia agar tidak terjebak dalam ambisi membangun superklub.
Yang dimaksud dengan superklub adalah upaya dengan mengandalkan kemewahan skuad. Dikhawatirkan Erick pada akhirnya klub mengalami masalah finansial hingga bangkrut.
Erick menilai pemerataan kekuatan klub dan kondisi finansial yang sehat menjadi hal penting dalam membangun kompetisi sepak bola Indonesia yang semakin kompetitif.
"Jangan terus terjebak glamor-glamor klub-klub yang akhirnya bangkrut. Sudah banyak cerita sepak bola Indonesia klubnya bangkrut," kata Erick dalam peluncuran Super League 2026/2007, Selasa (1/9).
Menurut Erick, penerapan club licensing menjadi salah satu upaya menciptakan pemerataan kekuatan. Ia menegaskan penilaian terhadap klub tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial.
"Club Licensing yang sekarang didorong oleh Liga bersama PSSI itu yang tadi saya sampaikan pemerataan kekuatan. Di club licensing di liga tidak hanya bicara finansial," ujar Erick.
Pria yang juga menjabat sebagai Menpora ini mengatakan PSSI ingin membangun ekosistem sepak bola dengan lebih banyak klub yang memiliki kondisi sehat dan berkelanjutan.
"Kami mau ada pemerataan klub, makin banyak klub yang sehat, liganya makin kompetitif, dan penontonnya makin banyak," ucap pria yang memiliki saham klub Inggris, Oxford United ini.
Erick menegaskan pembangunan liga tidak semata-mata mengejar komersial. Menurutnya, peningkatan kualitas kompetisi harus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesehatan klub.
(nam/abs/jun)