Nasib 3 Tim Promosi di Super League: Malu-Malu Kucing
Tiga tim promosi, PSS Sleman, Garuadayaksa, dan Isenmulang FC, tampak malu-malu kucing menatap Super League 2026/2027.
Dari ketiga tim ini, hanya PSS yang cukup serius. Tim berjulukan Elang Jawa tersebut telah melengkapi skuad, 35 pemain. Launching atau perkenalan tim dilakukan pada 8 Agustus 2026.
Fachrudin Aryanto, mantan pemain Timnas Indonesia, tetap dipercaya menjadi kapten tim. Usia Fachrudin sudah tidak muda lagi, 37 tahun, tetapi masih yakin bisa bersaing.
Adapun Garudayaksa FC menjalani persiapan debut dalam kompetisi kasta tertinggi dengan senyap. Tidak seperti klub-klub elite yang aktif, Garudayaksa jadi pertapa yang misterius.
Sama seperti tim lainnya, klub yang bermarkas di Bogor ini juga telah melakukan kontrak pelatih dan pemain. Dari daftar pemain yang ada, tidak terlalu buruk, tetapi juga kurang meyakinkan.
Sementara Isenmulang FC serba terbatas. Selain keputusan berani yang mendapat banyak pujian, mempercayai pelatih lokal, gerakan klub yang bermarkas di Palangka Raya ini juga abu-abu.
Penunjukan Mundari Karya misalnya, tidak dijelaskan dengan begitu terang. Mundari menggantikan sang menantu, Ade Suhendra, yang belum memenuhi syarat dan akan menjadi asisten pelatih.
Skuad Isengmulang juga tidak banyak dihuni pemain bintang. Skuadnya sangat biasa-biasa saja. Karena itu Isenmulang terlihat sebagai salah satu tim yang paling tidak siap menatap kompetisi.
Dengan situasi dan kondisi ini, bisa apa PSS, Garudayaksa, dan Isengmulang dalam Super League 2026/2027. Mampukah mereka bertahan dari kerasnya persaingan?
Yang pasti, tidak ada kata ampun dalam kompetisi kasta tertinggi. Mereka yang tidak siap bersaing akan digilas dan jadi sasaran gol. Persaingan dalam kompetisi tidak kenal kata ampun.
Namun, ketiganya tidak pantas pula dipandang sebelah mata. Meski skuad tim tidak menjanjikan, bukan tidak mungkin ketiganya membuat kejutan, utamanya PSS Sleman.
(abs/nva)