Pelatih PSM Soroti Tak Ada Official Training di Super League
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menyoroti tidak adanya sesi official training atau latihan resmi di stadion menjelang pertandingan Super League.
Tidak ada official training atau latihan resmi di stadion H-1 jelang pertandingan menjadi peraturan baru dalam kompetisi Super League musim ini. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 35 poin 2 tentang Familiarisasi Stadion.
Kalezic mengatakan latihan di stadion sehari sebelum pertandingan bagi tim tamu jadi aspek yang penting sebelum pertandingan.
"Kalau Anda bertanya kepada saya apakah ini bagus atau buruk, saya lebih memilih memberikan hospitality kepada klub tamu untuk berlatih di stadion kami. Bagi kami, penting juga untuk bisa berlatih di stadion pada malam sebelum pertandingan," kata Kalezic.
Darije menilai persoalan tersebut menjadi lebih penting bagi PSM, karena tim Juku Eja tidak memainkan laga kandang di Makassar.
PSM harus bermarkas di Parepare yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Makassar. Kondisi itu membuat kesempatan untuk berlatih di stadion pertandingan menjadi semakin terbatas.
"Seperti kalian tahu, kami tidak bermain di Makassar. Kami bermain di Parepare, yang jaraknya sekitar 150 kilometer dari Makassar. Kalau kami juga tidak bisa berlatih di sana, dan tidak memiliki kesempatan untuk berlatih di Parepare, itu berarti sepanjang musim kami tidak bisa berlatih di stadion," ungkapnya.
"Jadi, kalau saya boleh memilih, saya akan selalu memilih untuk berlatih di stadion pada malam sebelum pertandingan."
Meski demikian, Kalezic memahami alasan sesi latihan di stadion tidak dapat dilakukan saat menghadapi Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Ia menilai kondisi lapangan menjadi pertimbangan yang masuk akal.
"Tapi saya juga harus mengatakan, kalau saya melihat kondisi lapangan ini sehari sebelum pertandingan dan hari ini, saya bisa memahami bahwa anda tidak bisa berlatih di lapangan ini," katanya.
Kalezic kemudian mempertanyakan kelayakan kondisi lapangan tersebut untuk pertandingan kompetisi level elite seperti Super League.
"Meski begitu, saya juga tidak mengerti bagaimana kami bisa bermain di lapangan seperti ini," ucapnya.
Kalezic bahkan berharap kondisi lapangan markas Persib dapat segera diperbaiki. Ia menilai Persib merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia sehingga kualitas lapangan semestinya sejalan dengan reputasi klub.
"Saya berharap Persib Bandung memiliki lapangan yang jauh lebih baik, karena Persib Bandung adalah salah satu klub terbesar, mungkin yang terbesar di Indonesia. Saya pikir demi reputasi klub, mereka seharusnya memiliki lapangan yang jauh lebih baik," pungkasnya.
(sry/mir/sry)