ANALISIS

Real Madrid vs Inter Milan: Magis Mourinho Diuji Nerazzurri

Askar Fatih R | CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 09:00 WIB
Inter Milan berpotensi jadi ancaman serius bagi Real Madrid.
Inter Milan berpotensi jadi ancaman serius bagi Real Madrid. (REUTERS/Ciro de Luca)

Inter Milan bukan tim sembarangan yang kebetulan mampir ke kasta tertinggi antarklub di Eropa. Dalam empat musim terakhir, Nerazzurri sudah dua kali menembus partai puncak.

Perjalanan pertama terjadi pada 2023. Inter melaju ke final usai menyingkirkan AC Milan di semifinal, meski akhirnya kalah 0-1 dari Manchester City di Istanbul lewat gol tunggal Rodri.

Dua musim berselang, cerita serupa terulang. Inter kembali ke final usai drama semifinal melawan Barcelona. Di partai puncak, giliran Paris Saint-Germain (PSG) yang menjegal langkah mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekam jejak panjang Inter di final Eropa bahkan lebih tua dari itu. Klub asal Milan ini sudah tujuh kali mencicipi partai puncak sepanjang sejarah, dengan koleksi tiga gelar juara dan empat kali jadi runner-up.

Status Inter musim lalu juga tak main-main. Di bawah asuhan Cristian Chivu, mereka menyabet Scudetto Serie A ke-21.

Awal musim 2026/2027 pun berjalan mulus buat Nerazzurri. Mereka kini hanya kalah selisih gol dari AS Roma di puncak klasemen Liga Italia.

Lautaro Martinez tetap jadi ancaman utama lini depan Inter. Kapten asal Argentina itu mengakhiri musim lalu sebagai top skor Serie A dengan koleksi 17 gol.

Pengalaman berulang di panggung final membentuk mental yang sulit ditandingi. Tim-tim yang terbiasa bermain di bawah tekanan besar cenderung lebih tenang menghadapi situasi krusial. Madrid belum sempat menjajal lawan yang seperti itu di musim ini. 

[Gambas:Video CNN]

Kondisi psikologis kedua tim jelang laga ini cukup mencolok. Inter datang dengan modal status juara bertahan di Italia. Sedangkan Madrid, yang baru saja menelan kekalahan pertama musim ini, juga masih dalam bayang-bayang kegagalan dua musim sebelumnya.

Risikonya jelas kalau pola dominan tapi mandul di depan gawang terulang. Inter bukan tim yang akan memberi ampun atas peluang-peluang terbuang.

Modal penyeimbang tetap ada. Skema Mourinho terbukti bisa berjalan mulus ketika eksekusi tim rapi, seperti terlihat jelas saat menggilas Real Sociedad dan Malaga.

Laga menghadapi Inter pun jadi lebih dari sekadar pembuka fase liga Champions. Ini jadi tolok ukur nyata sejauh mana transformasi yang dibangun Mourinho benar-benar solid, atau masih rapuh di bawah tekanan lawan kelas atas.

Madrid punya modal dan sejarah untuk bicara banyak di kompetisi ini. Status 'Raja UCL' juga masih tersemat di skuad Los Blancos.

Walau begitu, menghadapi tim yang sudah dua kali merasakan tekanan final dalam empat musim terakhir, sentuhan magis saja belum tentu cukup. Madrid perlu cetak biru yang kukuh untuk meladeni setiap lawan dengan segala dinamika berbeda. 

(sry)

HALAMAN:
1 2