Como Debut di Liga Champions usai 7 Tahun Diakuisisi Taipan Indonesia

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 20:35 WIB
Como 1907 akan menjalani debutnya dalam UCL 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Kamis (10/9).
Como 1907 akan melani debutnya dalam UCL dengan menjamu RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia. (Dok. Como 1907)
Jakarta, CNN Indonesia --

Klub asal Italia, Como 1907 akan menjalani debutnya dalam UEFA Champions League (UCL) usai diakuisisi taipan asal Indonesia tujh tahun lalu.

Saham Como diakuisisi pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pada 2019. Saat itu Como main di Serie D, kasta keempat Liga Italia.

Pada akhir musim 2018/2019, Como keluar menjadi juara dan promosi ke Serie C. Artinya Como menjadi klub profesional kembali setelah cukup lama menjadi klub amatir. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua musim di Serie C, Como promosi ke Serie B setelah menjuarai Serie C 2020/2021. Como juga hanya butuh dua musim untuk promosi ke Serie A, setelah menjadi runner up musim 2023/2024.

Dan, hanya dalam tempo dua musim, Como mencapai milestone lainnya, mewakili Italia dalam ajang kontinental termegah Eropa, UCL 2026/2027, usai menempati peringkat keempat Serie A.

Hanya dalam tempo tujuh tahun setelah diakuisisi, klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia, yang berdiri tepat di pinggir Danau Como, ini untuk pertama kalinya tampil di Liga Champions.

Debut Como di ajang ini akan ditandai dengan pertandingan kandang melawan RB Leipzig, klub asal Jerman, pada Kamis (10/9) waktu Italia atau Jumat (10/9) dini hari WIB. 

Hartono Bersaudara tentu saja tidak bekerja sendirian. Ada Cesc Fabegras sebagai pelatih sekaligus pemegang saham minoritas dan Thierry Henry yang juga punya saham minoritas.

Saat ini, sosok yang dipercaya menjadi Presiden Klub adalah Mirwan Suwarso. Ia adalah orang kepercayaan Hartono bersaudara yang sempat menangani program Garuda Select.

Menjelang debut di Liga Champions, nama Mirwan sedang menjadi pembicaraan hangat dunia sepak bola. Itu terjadi setelah Mirwan ingin memberikan kursinya di Stadion Sinigaglia kepada suporter.

Bukan sembarang suporter, tetapi suporter Como yang usianya di atas 75 tahun. Aksi Mirwan ini mendapat pujian karena dianggap sangat rendah hati kepada fans klub lokal. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)