Yaya Toure Ukir Sejarah Monumental, Pelatih Afrika Pertama di UCL

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 10:06 WIB
Slovan Bratislava's head coach Yaya Toure holds a press conference at the Parc des Princes Stadium in Paris on September 8, 2026, on the eve of the UEFA Champions League football first round match between Paris Saint-Germain and Slovan Bratislava. (P
Yaya Toure menjadi pelatih pertama asal Afrika yang memimpin tim di Liga Champions Eropa. (AFP/Franck Fife)
Jakarta, CNN Indonesia --

Yaya Toure mengukir sejarah monumental, menjadi pelatih Afrika pertama yang memimpin tim dalam fase utama UEFA Champions League (UCL).

Pelatih asal Pantai Gading ini memimpin Slovan Bratislava, klub asal Slovakia, tampil dalam UCL 2026/2027 saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Parc des Princes, Rabu (9/9).

Meski Bratislava takluk 1-6 dari tuan rumah, yang berarti debutnya di pentas kontinental Eropa tercoreng, nama Toure tetap akan abadi sebagai peioner pelatih Afrika. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, tidak pernah ada pelatih asal Afrika yang dipercaya memimpin tim dalam kompetisi terelite UEFA tersebut. Kalau pemain asal Afrika sudah banyak, untuk pelatih ia yang pertama.

Sejatinya Bratislava datang ke Paris dengan kepercayaan diri yang tinggi. Bratislava dalam asuhan Toure tidak terkalahkan dalam tujuh laga secara beruntun.

Pelatih 43 tahun ini menunjukkan punya strategi permainan yang matang. Apalagi Toure punya pengalaman panjang tampil dalam UCL sebagai pemain bersama Barcelona dan Manchester City. 

Selepas laga, Toure menyebut level PSG dan Bratislava cukup jomplang. Kendati tim asuhannya telah bekerja dengan sangat keras, PSG tetap bisa menang dengan skor mencolok.

"Paris memiliki tim terbaik di dunia. Para pemain saya telah berusaha dan melakukan semua yang mereka bisa, tetapi itu sangat sulit," kata Toure, dilansir dari Slovak Spectator.

"Tim kami bermain sangat baik. Kami bisa kecewa karena kebobolan tiga atau empat gol, tetapi apa yang bisa kami lakukan melawan tim seperti PSG?" ujarnya menegaskan. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/nva)