Kehadiran pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara, di sepak bola Italia bersama Como 1907, membuat paradigma dan warna baru.
Como memang baru menjalani debut dalam UEFA Champions League, tetapi klub Serie A ini sudah menjadi sorotan. Dengan segala keterbatasan, Como mencoba bersaing di pentas tertinggi.
Presiden klub Como 1907, Mirwan Suwarso, menyebut sepak bola Italia bisa bangkit lagi sebagai salah satu tolok ukur sepak bola dunia, yang kini telah dikuasai Liga Inggris dan Spanyol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut diucapkan Mirwan ketika ditanya soal potensi Como sebagai sebuah klub telah mencapai tahap maksimal. Bagi Mirwan, sepak bola Italia punya citarasa yang khas dan kuat.
"Basis penggemar lokal [Como 1907] memang terbatas, tetapi basis penggemar yang dapat kami jangkau secara global tidak terbatas," kata Mirwan kepada La Repubblica dilansir Tutto Mercato.
"Itu sepenuhnya bergantung pada kemampuan kami untuk berkembang melalui pemasaran, branding, dan komunikasi," ucap orang kepercayaan Hartono bersaudara tersebut menjelaskan.
Sejak mengakuisisi Como pada 2019, klub di tepi Danau Como ini mengalami transformasi yang signifikan. Mirwan percaya Como dan klub Italia lainnya bisa terus berkembang.
"Kami tidak hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi tentang siapa kami sebagai manusia, siapa kami sebagai sebuah tempat. Inilah yang seharusnya menjadi fokus sepak bola Italia."
"Apa yang dimiliki Liga Premier yang tidak kita miliki? Uang. Namun kita memiliki sejarah, seni, makanan, dan gairah. Tim dari kota-kota indah seperti Lecce atau Salerno bisa sangat menarik," ujarnya.
Como mengawali debut di Liga Champions dengan sempurna setelah mengalahkan Leipzig 4-1 pada Jumat (11/9) dini hari WIB. Tim arahan Cesc Fabregas berhasrat bikin kejutan di laga-laga selanjutnya.
(abs/jun)