Pelti Dukung Janice Tjen Absen di Asian Games 2026

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 21:50 WIB
Janice Tjen bakal absen dari Asian Games 2026. (AFP/TIMOTHY A. CLARY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) mendukung keputusan Janice Tjen yang absen dari Asian Games 2026.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pelti, Andi Fajar, memahami pilihan Janice tidak ikut Asian Games adalah strategi untuk menjaga peringkat dunia sekaligus menjaga peluang tampil di ajang Grand Slam Australia Open 2027.

"Ini bagian dari program supaya Janice itu tetap bisa masuk ke Melbourne Australian Open. Dia harus menjaga poinnya sekarang," kata Andi dikutip dari Antara.

Andi mengatakan Janice perlu mempertahankan poin yang dimilikinya saat ini agar tetap berada di posisi yang memungkinkan untuk masuk daftar peserta utama Grand Slam Australia tersebut.

Andi juga menerangkan pembahasan soal keikutsertaan Janice di Asian Games sudah dibahas jauh-jauh hari bersama Women's Tennis Association (WTA) dan International Tennis Federation (ITF). Komunikasi disebut sudah berjalan sejak satu tahun lalu dan kembali dilakukan pada awal 2026.

Janice terpaksa absen dari Asian Games 2026 lantaran harus mengikuti agenda WTA wajib atau WTA 1000 mandatory Beijing yang waktu pelaksanaanya bersamaan dengan ajang pesta olahraga Asia tersebut.

Sebagai salah satu atlet papan atas WTA, Janice bisa mendapat konsekuensi hukuman apabila tidak bisa tampil dalam ajang WTA wajib atau WTA 1000 mandatory yang meliputi turnamen di Indian Wells, Miami, Madrid, dan Beijing.

Hukuman bagi seorang petenis putri yang tidak bisa tampil di ajang WTA wajib atau WTA mandatory adalah denda finansial, penalti poin, hingga potongan bonus akhir tahun.

Andi menjabarkan Pelti sudah mengirimkan surat kepada WTA untuk meminta kebijakan khusus agar Janice bisa bermain di Asian Games tanpa kehilangan poin, namun WTA tidak bisa memberi pengecualian terhadap aturan kehilangan poin.

"Kami sudah mengirim resmi meminta, bisa tidak ada kebijakan dari WTA terkait zero point dalam tenis. Maksudnya kalau Janice ikut Asian Games, boleh tidak poinnya dia tidak turun," ujar Andi.

"Yang bisa diberikan itu hanya keringanan penalti. Jadi Janice harus mempertahankan poin dia sekarang," jelasnya menambahkan.

Ia menjelaskan persoalan utama bukan mengenai denda, melainkan dampak kehilangan poin terhadap peringkat Janice. Berdasarkan perhitungan Pelti, Janice memiliki sekitar 405 poin yang harus dipertahankan hingga Desember 2026.

Apabila poin tersebut hilang, posisi Janice berpotensi turun dan dapat membuat peluangnya tampil di Australian Open menjadi lebih sulit.

"Yang menjadi persoalan kalau Janice absen di WTA 1000 Beijing itu akan ada potensi untuk tidak bisa masuk Melbourne Australian Open. Karena poinnya harus dipertahankan," ujar Andi.

(antara/nva/sry)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK