Beda Situasi Janice Tjen dan Alexandra Eala di Asian Games 2026

CNN Indonesia
Sabtu, 19 Sep 2026 05:45 WIB
Janice Tjen berduet dengan Alexandra Eala di Abu Dhabi Open 2026.
Alexandra Eala (kiri) dan Janice Tjen mengalami situasi berbeda menghadapi Asian Games 2026. (Dok. @mubadalaabudhabiopen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua petenis top Asia Tenggara, Janice Tjen dan Alexandra Eala, mengalami situasi berbeda jelang Asian Games 2026.

Janice terpaksa tidak bisa mengikuti Asian Games 2026 lantaran harus tampil dalam agenda wajib China Open yang bertepatan dengan hari pelaksanaan cabang olahraga tenis pada pesta olahraga Asia ke-20.

Jika tidak berlaga di China Open yang masuk dalam turnamen wajib WTA, Janice akan mendapat hukuman denda dan hukuman pengurangan poin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penalti poin tersebut bakal menyulitkan Janice untuk mempertahankan posisi di papan atas ranking WTA dan petenis 24 tahun itu bisa kehilangan kesempatan berlaga di ajang Grand Slam.

Di sisi lain Eala juga sebenarnya bisa menerima hukuman yang sama, denda dan pengurangan poin, jika tidak tampil di China Open. Hanya saja Eala punya poin yang lebih banyak ketimbang Janice sehingga masih cukup aman kendati kelak poinnya dipotong jika absen di China Open.

"Eala itu punya poin banyak di akhir tahun. Jadi modalnya banyak. Karena Eala itu banyak poin di awal tahun dan pertengahan tahun ini. Modal ini Eala akan dipakai untuk Grand Slam," kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti dikutip dari Antara.

Menurut Andi, Pelti sebenarnya siap menanggung konsekuensi berupa denda apabila persoalan Janice hanya berkaitan dengan penalti.

"Kalau sanksi, Pelti siap membayar sanksi. Tidak ada urusan, kita siap membayar," kata Andi.

Andi mengatakan persoalan utama yang dipertimbangkan adalah konsekuensi terhadap poin dan peringkat Janice.

Pelti sudah berkomunikasi dengan WTA untuk meminta pengecualian, namun WTA tidak bisa memberi perlindungan terhadap poin peringkat Janice jika absen di China Open.

Andi mengatakan keputusan soal Janice juga ditempatkan dalam rencana jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

"Untuk Janice, itu sebenarnya bagian dari skema persiapan Olimpiade 2028," ujar Andi.

Menurut Pelti, mempertahankan posisi pada peringkat dunia dan tampil di turnamen level tinggi menjadi bagian penting dari perjalanan Janice menuju target tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)