ANALISIS

Indonesia Menatap FIFA ASEAN Cup Perdana, Tinta Emas untuk Garuda?

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 09:05 WIB
Timnas Indonesia memburu gelar perdana FIFA ASEAN Cup 2026. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia --

FIFA ASEAN Cup 2026 jadi medan perang Timnas Indonesia berikutnya. Akankah tinta emas digores skuad Garuda pada edisi perdana panggung Asia Tenggara bentukan FIFA?

Potensi besar sepak bola regional Asia Tenggara disadari oleh FIFA dengan menggelar turnamen resmi dalam kalender internasional. Badan sepak bola dunia bahkan mengundang tiga negara di luar kawasan yakni Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong untuk ikut serta.

Konsep dua divisi seolah jadi menyegarkan ide kompetisi konvensional tingkat ASEAN seperti Piala AFF. Total 14 peserta mengisyaratkan pesan turnamen ini lebih besar dari biasanya.

Indonesia bahkan mendapat keistimewaan menjadi tuan rumah. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta jadi arena Grup A dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung sebagai gelanggang Grup B.

Untuk Divisi 1 setidaknya setiap tim bakal berlaga tiga kali di babak penyisihan. Jika finis sebagai pemuncak klasemen maka otomatis lolos ke final.

Sedangkan posisi runner-up di masing-masing grup akan melaju ke laga perebutan medali perunggu atau tempat ketiga. Tidak ada semifinal dalam ajang ini.

Karena itu Indonesia wajib finis di posisi teratas jika ingin berkesempatan menorehkan tinta emas. Persoalan ini tidak mudah karena menempati peringkat kedua saja tidak cukup.

Tim asuhan John Herdman bakal bersaing dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Meski menghadapi tim dengan peringkat FIFA lebih rendah, sama sekali Rizky Ridho dan kawan-kawan tak boleh meremehkan lawan.

Hasil di Piala AFF 2026 mesti jadi pelajaran. Indonesia kembali gagal. Sempat perkasa lawan Kamboja, tapi babak belur kontra Vietnam dan ditahan imbang Singapura.

Padahal ada 12 pemain naturalisasi di tubuh Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026. Diperkuat pemain dengan latar belakang ekosistem luar negeri dan rata-rata Eropa ternyata tak membuat skuad Garuda Digdaya.

Kini tim Merah Putih menatap FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kekuatan lebih meyakinkan. Pemain diaspora dari Eropa masuk dalam daftar penggawa.

Walaupun tak ada Jay Idzes akibat cedera, John Herdman punya opsi melimpah untuk menjaga benteng pertahanan. Nama-nama seperti Justin Hubner, Elkan Baggott, hingga Kevin Diks mestinya bukan alasan bagi Indonesia jadi tim kalahan.

Tinggal John Herdman mampu memaksimalkan potensi setiap pemain. Mampukah juru taktik asal Inggris itu berbuat demikian?

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>

Pemain Lebih Mentereng, Perjalanan Garuda Makin Enteng?


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :