ANALISIS

Hei Timnas Indonesia, Ingat Jangan Sekali-kali Besar Kepala

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 10:01 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchell Lee Baker (kedua kanan) berebut bola dengan pesepak bola Kamboja Sovan Ouk (kanan) pada laga Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). AN
Ketajaman Mitchell Baker di Timnas Indonesia akan diuji Ole Romeny dan Luke Vickery. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Singapura akan jadi lawan pertama Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026. Laga terakhir di Piala AFF 2026 jadi bekal, tapi tak bisa jadi acuan.

Skuad Singapura tak jauh berbeda dari pasukan dalam Piala AFF 2026. Indonesia mesti ambil keuntungan dari faktor ini karena pendekatan dalam strategi diperkirakan bakal senada.

Persoalannya tinggal antisipasi Indonesia terhadap kolektivitas tim asuhan Gavin Lee. Pada pertemuan terakhir, Singapura tak banyak menyentuh zona final third. Penguasaan bolanya pun hanya 40 persen. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, saat berhasil merangsek ke zona pertahanan Indonesia, Singapura lebih efektif. Jumlah shoots on target The Lions lebih banyak (5) dibandingkan Indonesia (4) dari 12 percobaan berbanding 14.

Kemudian Malaysia, rival abadi yang sudah cukup lama tak dijamu di GBK. Untuk level senior, pertemuan terakhir terjadi tujuh tahun lalu, 5 September 2019 di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Sudah pasti laga ini akan sangat dinanti. Malaysia bakal datang dengan kemampuan lebih mumpuni dengan kehadiran tiga naturalisasi anyar, Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, dan Bradley Tapp.

Pemain naturalisasi lain seperti Romel Morales juga perlu diperhatikan. Hanya Sergio Aguero yang disebut-sebut cedera sehingga berpotensi tidak bisa tampil di Senayan, Jakarta.

Duel kontra Malaysia penting bagi Indonesia untuk menjaga asa lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Sebab, hanya juara grup yang berhak mendapat tiket ke partai puncak. Tidak ada babak semifinal.

Calvin Verdonk tampil pada babak kedua sebagai pemain pengganti. Dalam era kepelatihan John Herdman, Verdonk merupakan pemain versatile.Calvin Verdonk tampil pada babak kedua sebagai pemain pengganti. Dalam era kepelatihan John Herdman, Verdonk merupakan pemain versatile. Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana

Indonesia juga perlu habis-habisan lawan Bangladesh. Tim undangan dari Asia Selatan itu memang peringkatnya dalam Ranking FIFA lebih rendah, tetapi bukan jaminan tak bakal ada kejutan.

Karena laga terakhir grup, Herdman juga bisa mengukur Bangladesh saat jumpa Malaysia dan Singapura. Selain itu, Herdman perlu meredam mantan didikannya di timnas Kanada, Shamit Shome.

Saat ini Shome membela Bangladesh. Kebetulan Herdman adalah sosok pengorbit Shome di pentas internasional, yakni Kanada U-23 dan senior.Kualitas sang pemain sudah terukur.

Karena itu, tidak ada tempat bagi Timnas Indonesia untuk memandang sebelah mata lawan. Meski harga pasar Indonesia paling mahal, bukan berarti skuad Merah Putih pantas besar kepala. Stay humble

[Gambas:Video CNN]

(abs/nva)

HALAMAN:
1 2