5 Fakta Menarik Indonesia vs China di Final Badminton Asian Games 2026
Pertandingan Indonesia vs China pada final beregu putra badminton Asian Games 2026 diwarnai kehadiran atlet-atlet top dan bertabur fakta-fakta menarik.
Duel Indonesia vs China bakal menentukan pemilik medali emas dari nomor beregu putra cabang olahraga badminton. Pertandingan akan berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9) pukul 14.00 WIB.
Indonesia memburu emas keenam dalam sejarah nomor beregu putra Asian Games, sementara China bernafsu meraih emas kedelapan.
Kedua kubu memiliki deretan pemain top, baik di sektor tunggal dan ganda. Bahkan beberapa di antaranya sudah sering bertemu, seperti Jonatan Christie dengan Shi Yu Qi atau Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
Berikut lima fakta menarik Indonesia vs China pada final badminton beregu putra Asian Games 2026:
1. Partai Indonesia vs China menjadi final ideal lantaran tim Merah Putih berstatus sebagai unggulan utama dan skuad Tirai Bambu merupakan unggulan kedua.
2. Indonesia dan China sama-sama melewati perjuangan yang tidak mudah demi menuju final. Indonesia menang 3-2 atas Malaysia pada perempat final dan menggulung Thailand 3-1 pada babak semifinal.
Sementara China juga susah payah menghentikan laju Korea Selatan dengan skor 3-2 pada babak perempat final, dan kemudian menghentikan perlawanan India dengan skor 3-1.
3. Dari dua pertandingan, pada babak perempat final dan semifinal, Indonesia dan China sama-sama punya anomali pada pemain unggulan.
Jonatan Christie yang diandalkan jadi tunggal pertama Indonesia selalu menelan kekalahan. Sementara di kubu China ganda pertama Liang Weikeng/Wang Chang juga belum pernah menang.
4. Pertemuan Indonesia dan China pada final beregu putra badminton Asian Games sudah terjadi sebanyak lima kali, yakni pada tahun 1974, 1978, 1982, 1998, dan 2018.
Dari lima pertemuan itu, Indonesia menang dua kali yakni pada 1978 dan 1998.
5. Indonesia terakhir kali menjadi juara di nomor beregu putra Asian Games pada 1998. Ketika itu skuad Cipayung diperkuat Hendrawan, Taufik Hidayat, Ricky Subagdja, Rexy Mainaky, Candra Wijaya, Tony Gunawan, Budi Santoso, dan Tri Kusharjanto.
Pada 1998, Indonesia menang 4-0 atas China di final dan menjadi skor paling telak dalam pertemuan kedua negara di partai pemungkas.
(nva/nva)