ANALISIS

Lawan Timnas Indonesia Mau Dibobol Ole, Mitchy, Ragnar atau Vickery?

Askar Fatih Rabbani | CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 07:30 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri (kanan) menguasai bola dikawal ketat  pesepak bola Kamboja Sokmeng Chea (kiri) pada ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). Timnas Indonesia kalahkan
Egy Maulana Vikri menghadirkan opsi lain bagi John Herdman di lini serang Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

Opsi racikan pertama yang paling berpotensi dipasang adalah trisula Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Luke Vickery. Skema ini bisa mengandalkan kecepatan serta kombinasi umpan pendek dinamis.

Ragnar akan bergerak dari sisi kiri untuk memancing bek lawan keluar dari posisinya. Romeny fokus mencari celah di dalam kotak penalti sebagai pemburu gol.

Luke bertugas menusuk dari sayap kanan memanfaatkan ruang terbuka. Umpan silang presisi dari kakinya bisa jadi santapan empuk bagi Ole.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, John Herdman juga bisa menerapkan pendekatan fisik melalui skema alternatif. Menampilkan Mitchell Baker sebagai penyerang tengah akan mengubah peta permainan secara drastis.

Jika Mitchell turun sebagai starter, Ole bisa digeser ke posisi penyerang sayap kiri. Pergeseran ini memberi keleluasaan bagi Romeny untuk melakukan gerakan menusuk ke dalam.

Mitchell akan fokus memenangi duel udara dan memantulkan bola di jantung pertahanan lawan. Kehadirannya otomatis menarik perhatian dua bek tengah lawan secara bersamaan.

Kondisi tersebut meluangkan ruang tembak yang sangat terbuka bagi Ole dan Luke dari lini kedua. Trik ini bakal sangat efektif untuk membongkar tim yang menerapkan blok pertahanan rendah.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, nama Egy Maulana Vikri menghadapi situasi yang terbilang cukup pelik. Pemain Dewa United itu tercatat mengalami penurunan performa signifikan.

Egy sebenarnya tampil begitu gacor pada musim 2024/2025 dengan mengemas 12 gol dan tujuh assist. Namun, catatan gol di musim 2025/2026 justru nihil dari 29 penampilan. Pada musim ini, dari empat laga, Egy juga belum membuat kotribusi nyata.

Pergeseran peran menjadi gelandang serang membuat kontribusi gol Egy mandek. Menjadikan Egy sebagai pilihan utama di lini depan jelas mengandung risiko besar bagi Herdman.

Egy lebih realistis ditempatkan sebagai pemain pelapis untuk memberi dampak dari bangku cadangan. Kejelian melihat celah di ruang sempit tetap menjadi senjata rahasianya.

Kedalaman materi lini depan ini memberi keunggulan taktis buat tim Merah Putih. Pilihan kombinasi kini sepenuhnya berada di tangan Herdman.

Dengan deretan penyerang kelas wahid, Indonesia punya modal kuat untuk menguasai Grup A yang berisi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Lantas jika kemungkinan besar bersua Thailand atau Vietnam di final, tim Garuda jelas lebih siap.

Oleh sebab itu, target menggoreskan tinta emas di FIFA ASEAN Cup 2026 kini mantap jadi harapan. Timnas Indonesia berpeluang besar menjuarai kompetisi regional untuk kali pertama.

[Gambas:Video CNN]

(nva)

HALAMAN:
1 2