ANALISIS ASIAN GAMES 2026

Indonesia yang Berkualitas, Indonesia yang Bukan Sekadar Macan Kertas

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Sabtu, 26 Sep 2026 09:00 WIB
Indonesia berhasil memenangkan emas beregu putra di Asian Games 2026. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Alwi Farhan masuk ke lapangan Ichinomiya City Minicipal Gymnasium dalam kondisi Indonesia tertinggal 0-2 dari China di final beregu putra Asian Games 2026.

Situasi itu terlihat nyaris serupa dengan yang dialaminya beberapa bulan sebelumnya. Tepatnya dalam duel terakhir lawan Prancis di fase grup Thomas Cup 2026.

Saat itu, Alwi Farhan turun bermain ketika Indonesia sedang tertinggal 0-1 dari Prancis dalam laga penting di fase grup. Pada laga itu, Alwi Farhan tak kuasa menghadapi tekanan dan kalah di hadapan lawan.

Situasi yang nyaris serupa. Tokoh yang sama. Beban yang setara.

Namun kali ini, hasilnya berbeda.

Tidak ada lagi Alwi Farhan yang terkena demam panggung. Yang ada, hanya Alwi Farhan yang tak mengenal kata menyerah selama laga berlangsung.

Alwi Farhan yang berdiri di lapangan adalah Alwi Farhan yang bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Alwi Farhan yang melihat tekanan bukan lagi sebagai sebuah dasar ketakutan, melainkan sebuah pemicu kekuatan.

Tak semuanya langsung berjalan mudah. Namun Alwi Farhan bisa menciptakan akhir yang indah. Ia menang 23-21, 15-21, 21-16.

Nyawa Indonesia masih terjaga di tangan Alwi Farhan. Bukan hanya sekadar terjaga, melainkan juga menyalakan asa. Asa untuk bangkit melawan dari ketinggalan.

Alwi Farhan bisa mengatasi tekanan dengan baik (Arsip PBSI)

Berkat kemenangan Alwi Farhan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin punya kesempatan untuk tampil di lapangan.

Berbeda dengan Alwi Farhan, Leo/Daniel tidak ada dalam skuad Indonesia ketika Pasukan Merah-Putih terkapar karena kalah dari Prancis. Saat itu, Leo/Daniel baru saja kembali berpasangan setelah sempat dipisah pada 2024 silam.

Mendapat kesempatan untuk menyelamatkan Indonesia, Leo/Daniel tidak menyia-nyiakannya. Leo/Daniel mendapat kepercayaan dan tugas mereka adalah memberikan jawaban.

Leo/Daniel menyamakan kedudukan jadi 2-2. (Arsip PBSI)

Hal itu yang kemudian tersaji di lapangan ketika mereka berhadapan dengan He Jiting/Liu Yi. Leo/Daniel bisa memenangkan laga ketat di gim pertama dengan skor 23-21.

Setelah menang dalam duel ketat di gim pertama, Leo/Daniel tak lagi bisa dihentikan di gim kedua. Leo/Daniel menguasai lapangan dan menang dengan skor meyakinkan, 21-10.

Kemenangan Leo/Daniel membuat Indonesia kembali setara dengan China. Skor berubah jadi 2-2 dan artinya pertandingan berlanjut ke partai kelima.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Perkenalan Ulang Indonesia


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :