John Herdman Ingin GBK Jadi 'Neraka' buat Malaysia

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 02:45 WIB
John Herdman menilai Timnas Indonesia butuh dukungan suporter agar bikin Malaysia tak nyaman di GBK. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru latih Timnas Indonesia John Herdman menginginkan atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, seakan jadi 'neraka' menyeramkan buat Malaysia duel FIFA ASEAN Cup 2026.

Hal ini disampaikan Herdman jelang bentrokan Timnas Indonesia vs Malaysia di Stadion GBK, Senin (28/9). Ini jadi laga kedua di FIFA ASEAN Cup 2026.

Duel bertajuk Derbi Melayu itu akan segera terjadi di SUGBK setelah absen cukup lama. Indonesia dan Malaysia terbilang jarang bersua dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Kali terakhir keduanya bertanding terjadi lima tahun silam. Timnas Indonesia menang atas Malaysia 4-1 di Piala AFF 2020 yang digelar Desember 2021.

"Ya, maksud saya, kami merasakan energinya. Suporter kami sangat luar biasa. Saat kami berada di stadion tersebut, kehadiran para suporter membuat lawan merasa tidak nyaman dan membuat kami merasa seperti di rumah sendiri," ujar Herdman, Minggu (27/9) di Jakarta.

"Itu misi mereka [suporter], selalu begitu. Ini rumah kita, mereka harus melindunginya, dan kami pun akan melindunginya. Kami menyerap energi dari mereka, kami akan memberikan apa yang mereka butuhkan, tetapi pada saat-saat kami membutuhkan mereka, mereka juga harus hadir mendukung kami," tambah pelatih asal Inggris itu.

Secara head to head sejak 1957, Indonesia kalah tipis dengan Malaysia. Tim Garuda menorehkan 33 kemenangan, selisih satu dengan Harimau Malaya yang mengukir 34 hasil positif. Adapun 18 laga berakhir sama kuat.

Herdman meminta suporter sejati terus memberi dukungan kepada seluruh pemain. Eks pelatih timnas Kanada itu menegaskan para penggawa Garuda janji memberi segalanya di atas lapangan hijau.

"Yang bisa kami kendalikan, dan saya sudah sampaikan ini kepada para suporter, kami memberikan segalanya. Para pemain ini bekerja keras di balik layar, kelompok kepemimpinan tim, mereka mempelajari taktik, proses pemulihan mereka," jelas Herdman.

"Mereka di sini bukan sebagai turis, mereka tidak berpesta di balik layar, mereka tidak begadang bermain kartu sampai pukul 3 pagi. Mereka tidak sedang menikmati kuliner khas Indonesia di restoran-restoran; mereka berada di sini, memulihkan fisik, menjaga fokus, karena mereka menginginkan apa yang kita inginkan, dan mereka bekerja keras untuk itu. Suporter harus menghargai hal tersebut," imbuhnya.

(kar/sry)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK