Erick Thohir: Indonesia vs Malaysia Bukan Cuma soal Tiga Poin
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut bentrokan Timnas Indonesia melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 melebihi sekadar perburuan tiga poin.
Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9) malam, menyeret sejarah rivalitas panjang antar kedua negara.
"Indonesia melawan Malaysia tentu menjadi pertandingan yang sangat menarik. Ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pertandingan dengan sejarah rivalitas yang panjang. Kedua tim sama-sama menang pada pertandingan pertama, jadi saya yakin pertandingan akan berlangsung sangat kompetitif," ujar Erick.
Panasnya tensi pertandingan dipastikan meningkat karena kedua tim sama-sama mengantongi modal positif. Indonesia menumpas Singapura 2-0, sementara Malaysia menggulung Bangladesh 3-0.
Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua kubu demi mengamankan posisi puncak klasemen Grup A. Itu pula yang diincar kedua kubu lantaran hanya pemuncak klasemen yang maju ke babak final.
Persaingan sengit ini juga dipicu oleh kehadiran materi pemain terbaik dari masing-masing tim. Kalender resmi FIFA membuat seluruh negara kontestan bisa menurunkan kekuatan penuh.
"Yang menarik, negara-negara peserta juga datang dengan kekuatan terbaiknya. Karena turnamen ini berada dalam kalender pertandingan internasional, para pemain terbaik memiliki kesempatan untuk memperkuat negaranya. Jadi kualitas pertandingannya memang sangat kompetitif," kata Erick.
Malaysia mendatangkan amunisi naturalisasi baru seperti Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, dan Brad Tapp. Bergson bahkan langsung mengukir gol pada laga debutnya.
Erick mewanti-wanti skuad Garuda agar tetap menaruh rasa hormat pada kekuatan lawan tanpa harus kehilangan percaya diri.
"Malaysia datang dengan skuad yang kuat. Mereka juga membawa pemain-pemain naturalisasi yang baru dan langsung memberikan tambahan kualitas. Kita harus menghormati kekuatan Malaysia, tetapi pada saat yang sama kita harus percaya dengan kekuatan tim kita sendiri," sebut Erick.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita bermain sebagai satu tim. Kita sudah memulai turnamen dengan baik, tetapi perjalanan masih panjang. Malaysia adalah tantangan berikutnya dan kita harus memberikan yang terbaik di lapangan," tambahnya.
Erick berharap gemuruh suporter di SUGBK mampu membakar semangat para pemain sepanjang pertandingan.
"Ini saatnya kita bersama-sama memberikan energi positif kepada Timnas. Dukungan suporter sangat penting. Kita ingin SUGBK menjadi rumah yang memberikan semangat kepada para pemain untuk berjuang maksimal," tutur Erick.
(jal/nam/jal)