Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil meneruskan jejak legendaris wakil Merah Putih di Asian Games.
Leo/Daniel menyumbang medali emas ketiga Indonesia di Asian Games 2026 usai mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang 19-21, 21-13 21-18 pada final Asian Games 2026, Selasa (29/9).
Selain nomor individu, pasangan yang kembali jadi tandem pada April 2026 itu juga berkontribusi penting dalam torehan emas di nomor beregu. Leo/Daniel ikut membawa Indonesia Raya berkumandang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawin medali emas di nomor individu dan beregu jadi tradisi Indonesia di badminton Asian Games. Pencapaian serupa pertama kali dipersembahkan pada Asian Games 1962 baik di sektor putra maupun putri.
Kala itu Minarni Soedaryanto/Retno Kustijah menyabet emas nomor individu ganda putri dan berkontribusi pula dalam emas beregu putri. Minarni bahkan menyabet emas pula di tunggal putri.
Sedangkan di sektor putra, Tan Joe Hok perkasa di individu tunggal putra dan ikut membawa kejayaan di beregu putra.
Tradisi berlanjut pada 1978. Liem Swie King memenangkan medali emas di tunggal putra dan Ade Chandra/Christian Hadinata untuk ganda putra sekaligus berjaya di beregu putra.
Sempat hiatus pada dekade 1980-an, wakil Merah Putih kembali menunjukkan taji pada 1994 dan 1998. Haryanto Arbi menapak podium tertinggi di tunggal putra dan Ricky Subagja/Rexy Mainaky pada 1994.
Lalu di Asian Games 1998, Ricky/Rexy juga berprestasi serupa dengan menyabet emas pada ganda putra sekaligus mempersembahkan medali paling bergengsi nomor beregu putra.
Setelah 28 tahun berselang, jejak legendaris ini kembali terpatri. Leo/Daniel kembali mengharumkan nama bangsa di pentas benua, nomor beregu dan ganda putra Asian Games 2026.
(ikw/abs)