Arti Tangis Taufik Hidayat setelah Kemenangan Leo/Daniel
Legenda badminton Indonesia yang kini menjadi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menjelaskan ekspresi emosional setelah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih kemenangan di Asian Games 2026.
Gemuruh selebrasi dari kubu Indonesia seketika meletup di Ichinomiya City Gymnasium setelah kok pengembalian Liang Weikeng/Wang Chan menyangkut di net.
Kegagalan ganda China mengembalikan kok membuat Leo/Daniel memastikan kemenangan 19-21, 21-13, 21-18.
Emas kedua dari cabang olahraga badminton, sekaligus emas ketiga bagi Indonesia secara keseluruhan, mendapat sambutan emosional dari Taufik.
Sebagai mantan atlet badminton dan pengurus PBSI, Taufik mengaku punya ikatan emosional dengan perjuangan para pemain. Selain itu peraih emas Asian Games tunggal putra 2002 dan 2006 itu mengetahui situasi sebelum Leo/Daniel berangkat membela Indonesia di Asian Games 2026.
"Karena saya anak bulu tangkis, emosionalnya karena kita gambling. Di awal itu Daniel kan tidak masuk Asian Games, tadinya yang lain. Daniel sendiri juga baru selesai operasi. Siapa yang tidak senang, happy sampai nangis, wajar saja. Maksudnya, oh ada penerusnya bulu tangkis. Ada lagi, ada lagi," ujar Taufik.
Keberhasilan badminton membawa pulang dua emas, satu perak, dan tiga perunggu membuat Taufik optimistis menuju Olimpiade 2028 sekaligus berharap capaian badminton bisa memotivasi atlet-atlet dari cabang olahraga lain.
"Terima kasih untuk anak-anak bulu tangkis. Memang tadinya target Kemenpora, bulu tangkis juga di awal satu, tapi alhamdulillah sekarang tambah satu lagi medali emas, satu perak di mixed double juga. Mixed double mungkin di luar target, tapi bisa masuk. Itu sesuatu yang bagus dan ini juga jadi awal langkah baik bulu tangkis," ujarnya.
"Ini sasaran antara ke depan masih ada SEA Games dan Olympic nanti. Targetnya memang di 2028. Mudah-mudahan menjadi motivasi buat cabang olahraga yang lain yang masih bertanding besok sampai tanggal 3," ucap Taufik.
(nva/nva)