Kronologi Salah Injury Time Indonesia vs Bangladesh, Apa yang Terjadi?

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 00:39 WIB
Timnas Indonesia meraih kemenangan 9-2 atas Bangladesh dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion GBK, Kamis (1/10) malam WIB. (CNNIndonesia/Adi ibrahim)
Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. (CNNIndonesia/Adi ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Momen tambahan waktu atau injury time pada laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10) jadi topik panas di media sosial. Apa yang sebenarnya terjadi?

Wasit pertandingan Indonesia vs Bangladesh, Nasrullo Kabirov asal Tajikistan jadi sorotan. Begitu juga dengan wasit keempat, Yusuke Ohashi asal Jepang yang memegang alat penunjuk injury time.

Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, jelang akhir babak kedua wasit Nasrullo mengacungkan ibu jari dan telunjuk dengan salah satu tangannya, seperti halnya 'Sajete' atau salam jempol telunjuk yang biasa dilakukan The Jakmania, pendukung Persija Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya injury time yang tampak di layar stadion berdurasi dua menit seperti yang ditunjukkan wasit keempat. Namun tak lama berselang, wasit keempat mengoreksi jadi tujuh menit.

Persoalannya, gestur hitungan dengan jari berbeda tergantung budaya dan sejarah sebuah negara. Rata-rata Tajikistan mengenal gestur menghitung diawali dari jari kelingking untuk angka satu hingga ibu jari untuk angka lima.

Namun mengingat Tajikistan pernah jadi bagian dari Uni Soviet, ada pula orang Tajikistan menggunakan ibu jari untuk angka satu dan dilanjutkan dengan telunjuk lalu jari lainnya.

Bagi sebagian kultur Eropa, contohnya seperti Jerman, gestur menghitung dimulai dari ibu jari lalu ke jari lainnya. Cara ini jadi pemahaman umum dalam kehidupan sehari-hari di sana.

Di satu sisi, dalam Laws of The Game IFAB, tidak dijelaskan dengan spesifik standar gestur tangan untuk menghitung waktu tambahan atau injury time.

Dalam pasal ketujuh Laws of The Game juga dinyatakan bahwa wasit berhak menambah durasi waktu tambahan atau injury time jika diperlukan. Dalam konteks ini wasit perlu menyesuaikan waktu yang terbuang akibat insiden tertentu, pemain cedera, atau hal lainnya sehingga waktu pertandingan berjalan percuma.

Terlebih dalam pertandingan Indonesia vs Bangladesh, banyak insiden yang melibatkan VAR sehingga waktu terbuang. Beberapa contohnya adalah kemungkinan kartu merah terhadap Elkan Baggott dan pengecekan gol-gol yang terjadi.

Belum lagi para pemain yang berjatuhan di lapangan. Hal ini biasanya jadi pertimbangan wasit untuk menentukan waktu injury time dengan durasi cukup lama.

"Wasit keempat menunjukkan durasi minimal yang ditentukan oleh wasit di menit akhir waktu normal setiap babak. Waktu tambahan bisa ditambahkan oleh wasit, tapi tidak boleh dikurangi," demikian bunyi pasal ketujuh Laws of The Game.

Karenanya, wasit pertandingan Indonesia vs Bangladesh sebenarnya berhak untuk menambahkan durasi waktu injury time.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jal)