Mario Aji Ungkap Kesulitan di Moto2 2026, Bukan Soal Kecepatan

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 02:10 WIB
Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji gagal finis pada Moto2 Amerika 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, Minggu (29/3). (Arsip Honda Team Asia)
Mario Aji masih kesulitan menambang poin dari lintasan Moto2 2026. (Arsip Honda Team Asia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mario Aji membeberkan kesulitan yang dihadapi dalam bersaing di barisan depan dalam balapan Moto2 2026.

Mario menyebut perjalanan musim ini berlangsung naik turun. Ia sempat mengawali musim dengan cukup baik sebelum cedera menghambat performanya.

"Ya, tahun yang sulit, up and down," kata Mario dalam sebuah temu wicara di Jakarta, Senin (5/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mario mengatakan kecepatan di atas motor sebenarnya masih ada setelah dirinya pulih dari cedera, namun masih mengalami kesulitan untuk mengubah kecepatan tersebut menjadi performa balapan yang konsisten.

"Setelah cedera mungkin Mario masih ada kecepatan, tapi belum bisa men-deliver balapannya," ujar Mario.

Menurut Mario, salah satu persoalan yang muncul setelah cedera berkaitan dengan racecraft atau kemampuan teknis membalap. Kondisi tersebut membuat hasil yang didapat belum sesuai dengan harapan.

"Mario sedikit kehilangan di racecraft karena riding management," tutur pembalap Honda Team Asia itu.

Mario juga mengakui target yang dipasangnya belum tercapai, terlebih musim 2026 menjadi tahun ketiganya berkompetisi di Moto2. Karena itu, ia ingin memaksimalkan sisa musim untuk kembali menemukan performa terbaik.

"Tentu hasil dan target tidak sesuai apa yang Mario harap karena ini sudah tahun ketiga. Dua balapan terakhir, Mario dan tim punya strategi yang beda," ucap Mario.

Ia merasa pendekatan tersebut mulai memberikan perkembangan karena semakin banyak lap yang dijalani, dirinya semakin menemukan kembali rasa di atas motor.

"Semakin lap, Mario semakin menemukan sense yang lebih di atas motor. Targetnya menyelesaikan sisa musim ini dengan performa yang baik," terang pembalap 22 tahun itu.

[Gambas:Video CNN]

(nam/nva)