Egy Maulana Vikri tampil sebagai sosok pembeda di balik keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Apakah ini membuka kans Egy dipasang sebagai starter?
Status sebagai pemain pengganti tidak menghalangi pemain Dewa United itu memberi dampak nyata dalam dua laga paling krusial tim Garuda.
Sepanjang turnamen, Egy tercatat hanya bermain sekitar 36 menit secara keseluruhan. Meski begitu, dua kontribusinya langsung berbuah manis bagi pasukan John Herdman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melawan Bangladesh, Egy yang masuk menit ke-73 melepas umpan lambung akurat ke ruang kosong untuk Ole Romeny. Umpan itu berujung assist Romeny untuk Mitchell Baker pada menit 90+7, yang membawa Indonesia menang telak 9-2 dan melaju ke final.
Di partai puncak melawan Thailand, Egy kembali tampil krusial usai masuk menit ke-101 perpanjangan waktu. Pergerakannya di sisi kanan membuka ruang lewat kombinasi dengan Rizky Ridho, sebelum bola berujung gol penyama kedudukan 2-2 yang dicetak Elkan Baggott. Gol tersebut memaksa laga berlanjut ke adu penalti yang akhirnya dimenangkan tim Merah Putih.
"Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya juara," tulis Egy dalam unggahan Instagram pribadinya usai laga final.
Pengamat sepak bola Supriyono Prima turut menyoroti peran Egy sebagai salah satu variasi penting di lini serang Timnas Indonesia.
"Tapi kita tahu, kehadiran Egy itu membawa warna berbeda di pertandingan kemarin. Dia bisa tusuk ke dalam dan jadi pemantik," kata Supriyono kepada CNN Indonesia, Rabu (7/10).
Meski demikian, Supriyono juga mengingatkan ada catatan tersendiri soal daya tahan Egy jika benar-benar dipercaya sebagai starter.
"Egy juga sebenarnya bagus, tapi untuk intensitas pertandingan tinggi kadang-kadang staminanya dalam 90 menit belum bisa kita lihat," ujar jebolan PSSI Primavera itu.
Pernyataan itu membuka pertanyaan apakah efektivitas Egy sebagai pemain pengganti bisa direplikasi jika ia ditempatkan sebagai starter sejak menit awal. Sejauh ini, catatan Egy justru paling moncer ketika diturunkan di saat-saat krusial dengan kondisi fisik lawan sudah menurun.
Egy Maulana sendiri telah mengoleksi 33 caps dan delapan gol bersama Timnas Indonesia sejak debutnya pada 2018.
(ikw/kar/nva)